Lebih dari Sekadar Tempat Ibadah! Intip Sejarah, Museum, dan Fakta Unik Gereja Katedral Jakarta
Tim TribunStyle August 12, 2026 01:54 PM

Lebih dari sekadar tempat ibadah! Intip sejarah, museum, dan fakta unik Gereja Katedral Jakarta

TRIBUNSTYLE.COM, JAKARTA - Di balik megahnya arsitektur Neo-Gotik khas Eropa di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Gereja Katedral menyimpan jejak sejarah panjang serta simbol toleransi beragama yang kuat. Bangunan yang memiliki nama resmi De Kerk Van Onze Lieve Vrouwe Ten Hemelopneming (Gereja Santa Maria Diangkat ke Surga) ini berjarak sekitar 2–3 kilometer dari Monas dan berdiri tepat berseberangan dengan Masjid Istiqlal.

Sejarah Singkat dan Arsitektur Klasik

  • Pembangunan Kembali: Diresmikan pada tahun 1901, bangunan yang berdiri saat ini sejatinya menggantikan struktur awal tahun 1810 yang runtuh akibat kebakaran besar pada 1826.
  • Arsitek Rancang Bangun: Dirancang oleh Antonius Dijkimans dan diselesaikan oleh Cuypers Hulswit, dengan peletakan batu pertama oleh Pro Vikaris.
  • Elemen Ikonis: Di halaman gereja berdiri monumen granit hitam dari Belgia untuk mengenang Jenderal Du Bus de Gisignies, serta patung Burung Garuda raksasa yang kerap dijadikan spot foto favorit.

Simbol Harmoni dan Toleransi Beragama

Posisi yang saling berhadapan dengan Masjid Istiqlal menjadikan Katedral ikon kerukunan umat beragama di Indonesia:

“Keunikan lain dari Gereja Katedral adalah lokasinya yang berseberangan dengan Masjid Istiqal,” kata pemandu wisata Jelajah Gereja Kuno, Ira, kepada Kompas.com, Kamis (23/12/2021).

Bentuk toleransi nyata ini terlihat saat hari besar keagamaan:

Jika Misa Minggu bertepatan dengan Salat Ied, pihak gereja meniadakan ibadah pagi untuk mendukung kelancaran jamaah masjid.

Sebaliknya, saat Misa Natal, pengelola Masjid Istiqlal menyediakan area parkir khusus bagi jemaat Katedral.

GEREJA KATEDRAL (Shutterstock)

Baca juga: Intip Klenteng Sin Tek Bio Pasar Baru Jakarta: Destinasi Wisata Sejarah yang Super Aesthetic

Baca juga: Panduan Nongkrong di Pos Bloc Jakarta: Eksplorasi Gedung Filateli yang Kian Hits

Daya Tarik Interior dan Museum

  • Ornamen Dalam Gereja: Interiornya dihiasi Goa Maria, mimbar Gotik buatan Firma Te Poel dan Stoltefusz (Den Haag), serta 14 lukisan ubin Jalan Salib karya Theo Molkenboer yang dipasang sejak 1912.
  • Koleksi Museum Katedral: Berada di sebelah bangunan utama, museum yang digagas oleh Uskup Katedral ini menyimpan kitab berusia ratusan tahun, benda sejarah masuknya Katolik di Indonesia, hingga jubah dan tongkat peninggalan Paus saat berkunjung ke Indonesia.
  • Pertunjukan Video Mapping: Setiap peringatan Hari Sumpah Pemuda (28 Oktober), dinding gereja dihiasi pertunjukan video mapping untuk mengenang peran bangunan ini sebagai salah satu lokasi pembukaan Kongres Pemuda.
  • Lokasi Pernikahan Ikonis: Arsitekturnya yang megah membuat gereja ini kerap dipilih sebagai tempat pemberkatan pernikahan, salah satunya oleh selebritas Sandra Dewi. (Travel.kompas.com / Desi Intan Sari / TribunStyle.com / Ana Vaidatu Zuhda)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.