Kerusuhan Pecah di Puncak, Kantor Bupati hingga DPRK Dibakar Massa Diduga Dipicu Dana Desa
Roifah Dzatu Azmah August 12, 2026 10:44 AM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, PUNCAK – Penyaluran dana desa di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sempat berjalan lancar pada Selasa (11/8/2026) siang.

Namun, situasi berubah pada sore hari setelah sekelompok warga mendatangi kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) dan berujung pada aksi pembakaran sejumlah kantor pemerintahan.

Aksi tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIT di Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak.

Awalnya, aktivitas masyarakat berlangsung normal tanpa tanda-tanda akan terjadi kerusuhan. Kondisi mulai memanas ketika sekelompok warga mendatangi kantor PMK untuk menyampaikan protes.

Bupati Puncak Elvis Tabuni sempat datang ke lokasi untuk mencoba menenangkan massa. Namun, upaya tersebut tidak berhasil.

Massa kemudian mengamuk dan membakar Kantor PMK sekitar pukul 18.30 WIT.

Aksi selanjutnya meluas ke sejumlah kantor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Puncak.

Berdasarkan pantauan Tribun-Papua.com, bangunan yang menjadi sasaran antara lain Kantor Bupati Puncak, Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Puncak, serta Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

BERKOBAR – Kobaran api disertai asap tebal membumbung tinggi dari salah satu kantor dinas di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Selasa (11/8/2026) malam. Aksi pembakaran kantor pemerintahan itu terjadi setelah penyaluran dana desa tahap pertama regular yang dilaksanakan Selasa siang. (Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela)

Warga juga membakar Kantor Dinas Sosial, Kantor Keuangan, Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Kantor Dinas Kesehatan, serta Kantor Pendapatan Daerah.

Selain itu, Kantor Ketahanan Pangan dan Kantor Inspektorat turut menjadi sasaran. Kantor Inspektorat dilaporkan dijarah.

Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga sempat dibakar, namun api berhasil dipadamkan. Salah satu gedung yang berada di belakang Bank Papua turut dibakar.

Tak hanya bangunan, sebuah mobil dinas jenis Hilux berwarna putih milik Kabag Umum Setda Kabupaten Puncak juga menjadi sasaran amukan massa.

Aksi tersebut diduga dipicu persoalan penyaluran dana desa tahap pertama reguler di Kabupaten Puncak yang dilakukan pada Selasa siang.

Kapolres Puncak AKBP Domingos De F Ximenes membenarkan adanya pembakaran sejumlah perkantoran milik pemerintah daerah.

Baca juga: Nurwidayati Samaun Dahlan Larut bersama Ratusan Anak PAUD di Karnaval Kemerdekaan

"Penyebab pasti kami masih dalami. Memang sebelum kejadian ada penyaluran DD untuk 206 kampung dari 25 distrik," ujarnya.

Menurut informasi yang dihimpun, penyaluran dana desa tersebut sebelumnya berlangsung aman. Namun, polisi masih mendalami penyebab pasti hingga aksi protes berkembang menjadi kerusuhan.

Hingga Rabu (12/8/2026), situasi di Kabupaten Puncak masih dalam kondisi siaga satu.

Personel TNI-Polri melakukan penjagaan di sejumlah titik yang dianggap rawan. Patroli dan pendataan terhadap gedung-gedung yang terdampak pembakaran juga terus dilakukan.

"Personel dan masyarakat mengimbau agar massa membubarkan diri meninggalkan lokasi pembakaran," pungkas Domingos.

Personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dan Polsek setempat juga disiagakan untuk menjaga keamanan.

Sementara personel Satgas Gakkum Tindak Operasi Damai Cartenz berada dalam posisi siaga di Kotis. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.