TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo-- Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail membuka peluang kerja sama dengan Uni Emirat Arab (UEA) di sejumlah sektor, mulai dari industri kelapa, pariwisata hingga energi terbarukan.
Peluang tersebut disampaikan Gusnar saat menerima kunjungan Duta Besar UEA untuk Republik Indonesia, Yang Mulia Abdulla Salem Aldhaheri, dalam acara ramah tamah dan makan malam bersama di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Selasa (11/8/2026) malam.
Gusnar mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sejumlah potensi Gorontalo yang dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan UEA.
Salah satu potensi yang diperkenalkan yakni industri kelapa.
Sebelum menghadiri acara ramah tamah, Abdulla Salem Aldhaheri bersama rombongan telah menerima penyambutan secara adat di Gorontalo, kemudian meninjau salah satu industri kelapa yang ada di daerah tersebut.
Baca juga: UNG Bekali Mahasiswa Baru Pengetahuan Antikorupsi, Komitmen Lahirkan Generasi Muda Berintegritas
"Pertama yang mulia saya mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan ini dan sangat senang sekali bisa membersamai Duta Besar di Gorontalo," ujar Gusnar.
Menurut Gusnar, bidang yang akan menjadi prioritas kerja sama masih perlu dibahas lebih lanjut antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan pihak UEA.
"Yang pertama, menyangkut potensi daripada Provinsi Gorontalo yang mungkin akan kita tindak lanjuti di bidang apa kita akan bisa melanjutkan kerja sama itu," katanya.
Ia berharap kunjungan tersebut menjadi awal pembicaraan kerja sama antara Gorontalo dan UEA.
"Dan mudah-mudahan ini bisa membuka jalan kerja sama kita yang akan datang," ujarnya.
Tawarkan Wisata Hiu Paus
Selain industri kelapa, Gusnar juga melihat peluang kerja sama di bidang pariwisata.
Ia menyinggung posisi UEA, khususnya Dubai, sebagai salah satu pusat lalu lintas dunia.
Menurut Gusnar, posisi tersebut dapat menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi wisata Gorontalo.
Baca juga: Saksi Kata: Cerita Kapten KAL Limboto Cari 11 WNA Hilang, Hadapi Gelombang 2,5 Meter
Dalam kunjungan tersebut, Gusnar memperkenalkan wisata hiu paus di Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango.
Ia menyebut hiu paus yang menjadi daya tarik wisata tersebut dengan nama "Sherly", nama yang diberikan masyarakat Gorontalo.
Gusnar mengatakan, Duta Besar UEA dijadwalkan melihat langsung hiu paus tersebut dalam rangkaian kunjungannya di Gorontalo pada Rabu (12/8/2026).
Gusnar Ingin Gorontalo Punya Masjid seperti Sheikh Zayed
Peluang kerja sama juga diharapkan dapat berkembang di bidang keagamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Gusnar memperkenalkan Masjid Raya Provinsi Gorontalo sebagai salah satu ikon daerah.
Ia juga menyebut Gorontalo dikenal dengan sebutan Serambi Madinah.
Gusnar kemudian menyampaikan keinginan agar Gorontalo memiliki masjid yang mendapat dukungan dari UEA seperti Masjid Sheikh Zayed di Solo.
"Bapak-Ibu yang saya hormati, kami sangat mendambakan sekiranya ada dua masjid Uni Emirat Arab di Indonesia. Yang satu, Masjid Al-Zayed yang ada di Solo, dan yang kedua, Masjid Al-Zayed yang ada di Gorontalo," ujar Gusnar.
Gusnar mengatakan pembahasan lebih lanjut mengenai peluang kerja sama akan dilakukan bersama para pengambil kebijakan di Gorontalo.
"Insya Allah besok Pak Dubes akan berbicara langsung dengan para pengambil kebijakan Gorontalo," katanya.
Hubungan Indonesia-UEA Memasuki 50 Tahun
Sementara itu, Duta Besar UEA untuk Republik Indonesia, Abdulla Salem Aldhaheri, mengatakan hubungan Indonesia dan UEA semakin kuat dan dekat.
"Saya akan berbicara dua poin penting pada malam hari ini. Yang pertama adalah tentang hubungan bilateral antara Indonesia dan juga Uni Emirat Arab. Dan yang kedua, saya akan berbicara khusus untuk kunjungan saya ke Provinsi Gorontalo," ujar Abdulla.
Menurutnya, hubungan kedua negara merupakan hubungan yang kuat dan penuh kerja sama.
Ia menyebut hubungan tersebut juga didukung kedekatan Presiden UEA Sheikh Muhammad Bin Zayed dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
"Ketika kita berbicara tentang hubungan bilateral antara Uni Emirat Arab dan Indonesia maka kita sedang berbicara tentang hubungan yang sangat kuat, dekat dan juga penuh dengan kerja sama yang dilakukan oleh kedua negara," katanya.
Tahun ini, hubungan bilateral Indonesia dan UEA memasuki usia 50 tahun. Hubungan kedua negara dimulai pada 1976.
Abdulla mengatakan kerja sama Indonesia dan UEA pada awalnya berkembang di tiga sektor, yakni penerbangan, pelabuhan serta minyak dan gas.
Kerja sama tersebut kemudian berkembang ke sektor pendidikan, kesehatan dan energi terbarukan.
"Tahun ini kita akan memperingati 50 tahun hubungan bilateral antara Uni Emirat Arab dan Indonesia yang dibangun atau dimulai pada tahun 1976 atau 50 tahun yang lalu," ujarnya.
Masdar Ikut dalam Rombongan
Dalam kunjungan ke Gorontalo, turut hadir perwakilan Masdar, perusahaan energi terbarukan dari UEA.
Abdulla mengatakan Masdar memiliki sejumlah proyek energi terbarukan di Indonesia.
Salah satunya adalah pembangkit listrik tenaga surya terapung di Cirata, Jawa Barat.
"Pada malam hari ini juga datang atau hadir bersama kami perwakilan dari perusahaan Masdar, salah satu perusahaan energi terbarukan di Uni Emirat Arab," kata Abdulla.
Ia menjelaskan proyek tersebut menjadi salah satu bentuk kerja sama energi terbarukan antara UEA dan Indonesia.
"Uni Emirat melalui Masdar mempunyai satu proyek yang sangat bagus, terintegrasi di Jawa Barat yaitu di Cirata," ujarnya.
Menurut Abdulla, kerja sama ekonomi antara Indonesia dan UEA juga terus berkembang.
Ia menyebut nilai perdagangan kedua negara yang sebelumnya mencapai 1 miliar dolar AS kini berkembang menjadi 6,2 miliar dolar AS.
"Ini menunjukkan betapa kuatnya dan berkembangnya hubungan antara kedua negara khususnya dalam sektor perekonomian," kata Abdulla.
Kunjungan Abdulla Salem Aldhaheri ke Gorontalo menjadi bagian dari agenda untuk melihat langsung potensi yang dimiliki daerah.
Sejumlah potensi tersebut telah diperkenalkan Pemprov Gorontalo, termasuk industri kelapa dan pariwisata.
Pemerintah daerah berharap berbagai potensi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dengan UEA.
Peluang kerja sama yang dibicarakan mencakup sektor ekonomi, investasi, pariwisata, energi terbarukan hingga bidang lain sesuai potensi daerah.
Kunjungan Duta Besar UEA diharapkan menjadi awal pembicaraan kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi Gorontalo dan masyarakat.
Sementara itu, dari pantauan Tribun Gorontalo, Gusnar Ismail mengenakan pakaian Karawo berwarna oranye dalam acara tersebut.
Sesuai dengan dress code ramah tamah, seluruh pimpinan OPD juga mengenakan Karawo.
Agenda tersebut turut diisi sejumlah penampilan tarian tradisional dan tarian dari luar daerah yang dikolaborasikan dengan gaya modern.
Acara kemudian ditutup dengan foto bersama antara kedua belah pihak. (*/Jefri)