Hangatnya Pelukan Dokter untuk Bayi Saat Gempa Dahsyat di Kolombia 
Joanita Ary August 12, 2026 11:33 AM

WARTAKOTALIVECOM -- Di tengah kepanikan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia, sebuah momen penuh keberanian dan kepedulian tenaga medis menjadi perhatian publik.

Sejumlah foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan dokter dan perawat berusaha memastikan keselamatan bayi-bayi yang tengah menjalani perawatan ketika rumah sakit harus dievakuasi.

Salah satu momen yang paling menyentuh terjadi di Clínica Panamericana Zona Franca de Urabá, Apartadó, Antioquia.

Dalam foto yang beredar, seorang dokter tampak menggendong bayi yang dibungkus selimut dan membawanya keluar dari gedung rumah sakit.

Dokter tersebut diketahui bernama Germán Andrés Somoyar Duarte, seorang dokter spesialis anak yang tercatat sebagai pediatra di Clínica Panamericana Zona Franca de Urabá, Apartadó.

Data profesionalnya juga mencatat bahwa ia memiliki keahlian di bidang neonatologi.

Ketika gempa mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026) pagi, keselamatan pasien menjadi prioritas.

Bayi yang berada dalam perawatan neonatal termasuk kelompok yang paling rentan sehingga harus segera dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Dalam gambar yang beredar, Somoyar terlihat berdiri di area terbuka bersama sejumlah tenaga kesehatan dan keluarga pasien.

Ia tetap memeluk bayi tersebut meski situasi di sekitar rumah sakit masih diliputi kepanikan.

Momen itu kemudian menyebar luas di media sosial dan mendapat banyak respons dari warganet.

Foto sang dokter yang tetap mendekap pasien kecilnya di tengah situasi darurat dipandang sebagai gambaran bagaimana tenaga medis menjalankan tugasnya ketika kondisi justru berada pada titik paling sulit.

"Dokter yang memeluk meski ketakutan. Ketika bumi berguncang dan Clínica Panamericana de Apartadó dievakuasi, dokter Germán Somoyar tetap berada di sisi pasien-pasien kecilnya," demikian narasi yang menyertai salah satu unggahan mengenai peristiwa tersebut.

Gempa yang terjadi pada Senin pagi itu tercatat berkekuatan 7,4 magnitudo.

Episentrumnya berada di sekitar San José del Palmar, Departemen Chocó, di wilayah barat Kolombia. 

Gempa terjadi sekitar pukul 07.34 waktu setempat dan guncangannya dirasakan di berbagai wilayah.

Laporan media internasional menyebut gempa tersebut menyebabkan kerusakan luas, termasuk bangunan yang rusak dan runtuh, sementara proses pencarian dan penyelamatan korban terus berlangsung.

Kondisi di sejumlah wilayah terdampak juga diperumit oleh gangguan komunikasi dan akses menuju daerah yang mengalami kerusakan parah.

Di tengah situasi tersebut, sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan harus mengambil langkah cepat untuk melindungi pasien dari kemungkinan kerusakan bangunan maupun gempa susulan.

Bukan hanya satu bayi yang menjadi perhatian.

Dalam sejumlah rekaman yang beredar, tenaga medis terlihat bekerja di luar fasilitas rumah sakit dengan membawa peralatan medis neonatal.

Mereka berupaya mempertahankan perawatan bagi bayi-bayi yang sebelumnya berada di dalam ruang perawatan.

Informasi lain yang beredar di media sosial menyebut ibu dari salah satu bayi kemudian berhasil mendapatkan kabar bahwa putrinya berada dalam kondisi baik setelah mendapat perhatian dari tim medis.

Namun, informasi mengenai kondisi bayi tersebut berasal dari unggahan media sosial dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Karena itu, kabar mengenai kondisi bayi tersebut perlu ditempatkan sebagai informasi sementara, bukan sebagai pernyataan resmi rumah sakit.

Meski demikian, tindakan para tenaga medis dalam proses evakuasi memperlihatkan bagaimana pelayanan kesehatan tetap harus berjalan di tengah bencana. 

Ketika bangunan rumah sakit tidak lagi menjadi tempat yang sepenuhnya aman, perawatan pasien harus dipindahkan ke area terbuka dengan tetap mempertahankan penanganan medis yang diperlukan.

Bagi pasien neonatal, keputusan untuk segera melakukan evakuasi menjadi sangat penting karena bayi yang baru lahir, terlebih bayi prematur, membutuhkan perhatian medis yang lebih intensif.

Sosok Somoyar pun menjadi salah satu gambaran tentang keberanian tenaga kesehatan dalam menghadapi bencana.

Ia tidak hanya membawa pasien kecilnya keluar dari gedung, tetapi juga tetap memberikan perlindungan dengan mendekapnya di tengah suasana yang penuh ketidakpastian.

"Karena ada pelukan yang lahir dari panggilan tugas dan berubah menjadi tempat berlindung ketika segala sesuatu di sekitar seolah runtuh," demikian penggalan narasi yang menyertai foto tersebut.

Gempa Kolombia masih menyisakan pekerjaan besar bagi tim penyelamat. 

Operasi pencarian korban, penanganan warga yang terluka, pemulihan fasilitas umum, serta pendataan kerusakan terus dilakukan.

Di tengah besarnya skala bencana, gambar seorang dokter yang menggendong bayi keluar dari rumah sakit menjadi pengingat bahwa dalam situasi paling genting sekalipun, kemanusiaan tetap menjadi bagian penting dari upaya penyelamatan.

Bagi keluarga pasien, pelukan seorang dokter mungkin terlihat sederhana.

Namun, ketika bumi berguncang dan rumah sakit harus dikosongkan, pelukan itu menjadi simbol perlindungan sekaligus keteguhan para tenaga medis untuk tetap berada di sisi pasien yang membutuhkan mereka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.