Liputan6.com, Jakarta - Masa depan Myles Lewis-Skelly di Arsenal kembali menjadi sorotan. Bek sekaligus gelandang muda The Gunners itu kabarnya telah ditawarkan kepada sejumlah klub rival Premier League, termasuk Manchester United dan Chelsea.
Lewis-Skelly menjalani musim 2025/2026 dengan situasi yang cukup berliku. Pemain jebolan akademi Hale End tersebut sempat turun menjadi pilihan ketiga Arsenal di posisi bek kiri. Namun, performanya di lini tengah kemudian membuatnya kembali mendapatkan kesempatan.
Pemain kelahiran 2006 itu bahkan dipercaya tampil sebagai starter dalam final Liga Champions, mengungguli Martin Zubimendi. Keputusan tersebut tidak lepas dari kondisi fisik Zubimendi yang mengalami kelelahan pada penghujung musim. Lewis-Skelly juga terus dimainkan di posisi serupa selama rangkaian pramusim Arsenal.
Namun, persaingan di skuad Mikel Arteta kini semakin ketat. Kedatangan Bruno Guimaraes dengan nilai transfer 75 juta poundsterling, ditambah kembalinya Zubimendi, Declan Rice, dan Mikel Merino ke sesi latihan, membuat peluang Lewis-Skelly untuk menjadi starter reguler di Premier League maupun Liga Champions musim depan semakin kecil.
Situasi tersebut membuka kemungkinan Arsenal melepas sang pemain pada bursa transfer musim panas ini.

Sportsmole menyebut Manchester United dan Chelsea telah mendapat tawaran untuk merekrut Lewis-Skelly. Kubu sang pemain disebut kembali melakukan kontak dengan kedua klub tersebut.
Selain kedua raksasa tersebut, beberapa klub Premier League lain yang tidak disebutkan namanya juga dikabarkan memantau situasi pemain berusia 19 tahun itu.
Arsenal sendiri diyakini tidak menutup kemungkinan menjual Lewis-Skelly jika mendapatkan tawaran yang sesuai. Kedatangan Guimaraes menjadi salah satu faktor yang membuat klub London Utara tersebut lebih terbuka terhadap kemungkinan transfer.
Lewis-Skelly sebenarnya baru menandatangani kontrak baru berdurasi lima tahun bersama Arsenal pada 2025. Namun, The Gunners membutuhkan pemasukan besar dari penjualan pemain setelah dalam beberapa tahun terakhir kesulitan mendapatkan dana signifikan melalui aktivitas transfer keluar.
Arsenal sejauh ini telah mengumpulkan hampir 40 juta poundsterling dari kepergian Karl Hein, Leandro Trossard, Jakub Kiwior, dan Christian Norgaard. Meski demikian, pengeluaran besar untuk mendatangkan Guimaraes, Christos Tzolis, dan Piero Hincapie membuat pengeluaran bersih Arsenal masih berada di angka sekitar 103,9 juta poundsterling.
Nilai Lewis-Skelly saat ini ditaksir Transfermarkt berada di kisaran 38,5 juta poundsterling. Namun, Arsenal diyakini memiliki alasan kuat untuk meminta harga yang jauh lebih tinggi.
Usia muda, durasi kontrak yang masih panjang, kemampuan bermain di beberapa posisi, serta karakter bermainnya yang agresif menjadi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan nilai jual sang pemain.
Manchester United menjadi salah satu klub yang berpotensi membayar mahal. Fleksibilitas Lewis-Skelly memungkinkan dirinya bermain sebagai bek kiri maupun gelandang tengah, sehingga bisa membantu Michael Carrick mengatasi dua kebutuhan posisi sekaligus.
Chelsea juga dikenal tidak ragu mengeluarkan dana besar untuk pemain muda berpotensi tinggi. Karena itu, Arsenal dinilai berhak memasang harga minimal 50 juta poundsterling.
Jika transfer tersebut terealisasi, Lewis-Skelly berpotensi menjadi penjualan termahal Arsenal sepanjang sejarah. Rekor penjualan The Gunners saat ini masih dipegang Alex Oxlade-Chamberlain yang pindah ke Liverpool dengan nilai 35 juta poundsterling pada 2017.