Aksi Tukang Cukur Rancabungur Ogah Pasang Bendera Disorot Wawalkot Bogor: Kata Siapa Udah Merdeka?
khairunnisa August 12, 2026 12:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Viral aksi tukang cukur di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor ngotot tak mau pasang bendera Merah Putih.

Tukang cukur bernama Nurhidayat itu bahkan sampai berdebat dengan Camat Rancabungur lantaran ogah memasang bendera di depan kiosnya.

Pun saat dipaksa, Nurhidayat teguh pendirian tak mau memasang bendera Merah Putih tersebut.

Aksi Nurhidayat itu menyita perhatian publik termasuk Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin.

Seperti apa aksinya?

Dalam video viral yang beredar di media sosial, awalnya Nurhidayat terlihat sedang berada di kios pangkas rambut.

Tak sendirian, Nurhidayat sedang mencukur rambut seorang pria.

Lalu di momen tersebut seorang wanita yang disebut Camat Rancabungur mengurai permintaan ke Nurhidayat.

Yakni agar tukang cukur itu memasang bendera.

"Besok pasang ya (benderanya)," kata bu Camat Rancabungur.

"Mana benderanya?" tanya Nurhidayat.

"Beli dong. Masa enggak sanggup beli. Saya udah ngasih banyak," pungkas bu Camat.

"Banyak apa," timpal Nurhidayat.

Alasan ogah pasang bendera

Tak mau mengindahkan perintah bu Camat, Nurhidayat mengungkap alasannya tak mau pasang bendera.

Saat dicecar oleh pria diduga pegawai kecamatan, Nurhidayat santai.

Nurhidayat lantas mengaku tak mau pasang bendera karena merasa belum merdeka.

"Alasan abang enggak pasang bendera apa?" tanya perekam video.

"Alasannya?" tanya balik Nurhidayat.

"Iya. Abang, ini kan udah merdeka, abang disuruh pasang bendera sama ibu camat loh," kata perekam video.

"Kata siapa udah merdeka?" tanya Nurhidayat.

"Ya jawab, jawab, emang kata situ belum merdeka? alasan belum merdeka apa?" tanya balik perekam video.

"Lagi kerja jangan ganggu deh," ujar Nurhidayat risih.

Baca juga: Cerita Ojol di Bogor Jadi Pedagang Bendera Musiman Jelang HUT RI, Jualan Cuma 16 Hari Tiap Tahun

Didesak untuk menjawab pertanyaan sang pria perekam, Nurhidayat tetap bungkam.

Ia pun meneruskan aktivitasnya mencukur rambut pelanggan dan cuek menanggapi pegawai kecamatan.

"Abang tadi bilang belum merdeka, apa yang abang pikirkan negara ini belum merdeka?" tanya perekam video.

"Lagi gawe (kerja)," kata Nurhidayat seraya mengusir pria tersebut.

Dinotice Jenal Mutaqin

Video Nurhidayat debat dengan camat dan pegawainya terkait bendera itu pun viral.

Ribuan netizen memberikan komentar hingga tanggapannya soal aksi tukang cukur ogah pasang bendera.

Termasuk Jenal Mutaqin yang terlihat ikut menyematkan komentar di unggahan tersebut.

Ia mengaku hendak memberikan bendera kepada Nurhidayat.

"Eta bisi ka keureut. Nu di cukur (Itu bisa kepotong yang dicukur). Kirim alamat tukang ckur, sy kirim bendera nya mang," tulis Jenal Mutaqin dalam postingan viral di liputancibinong.

Akhirnya minta maaf

Belum 24 jam viral, Nurhidayat akhirnya mengurai klarifikasi terkait aksinya yang ogah pasang bendera.

Sembari memegangi bendera Merah Putih, Nurhidayat mengakui kesalahannya.

Pria yang karib disapa Abuy itu menyebut pernyataannya soal Indonesia belum merdeka adalah salah besar.

"Saya Nurhidayat atau Abuy selaku pengusaha pangkas rambut yang berada di Bantarkambing. Dengan ini saya menyatakan permohonan maaf atas ucapan saya kemarin yang mengatakan bahwa Indonesia itu belum merdeka, sebetulnya itu salah, Indonesia itu udah merdeka," ungkap Nurhidayat.

"Merdeka!" sambungnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.