Teqball Riau Raih 2 Emas dan 1 Perunggu di Kejurnas 2026
Ariestia August 12, 2026 12:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tim Teqball Riau menorehkan prestasi membanggakan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Teqball 2026 yang berlangsung di GOR Basket FIKK Universitas Negeri Surabaya (Unesa), 8-9 Agustus 2026.

Riau berhasil membawa pulang dua medali emas dan satu medali perunggu. Hasil tersebut menempatkan Riau di peringkat kedua klasemen akhir perolehan medali, di bawah DKI Jakarta.

Tiga atlet Riau yang tampil dalam kejuaraan tersebut adalah Sumaya, Syifa, dan Febi Syahputra.

Dua medali emas masing-masing dipersembahkan dari nomor tunggal putri dan ganda putri, sementara satu medali perunggu diraih dari nomor ganda campuran.

Medali emas tunggal putri menjadi milik Sumaya.

Atlet asal Riau itu kembali menyumbangkan emas setelah berpasangan dengan Syifa pada nomor ganda putri.

Sementara medali perunggu ganda campuran dipersembahkan Febi Syahputra dan Syifa.

Dengan hasil tersebut, Riau mengoleksi tiga medali, terdiri atas dua emas dan satu perunggu.

Riau berada di posisi kedua karena kalah dalam jumlah medali perak dari DKI Jakarta yang juga mengoleksi dua emas, tetapi menambah tiga perak.

DKI Jakarta di posisi teratas

Berdasarkan hasil akhir Kejurnas Teqball 2026, DKI Jakarta menjadi pemuncak klasemen dengan koleksi dua emas dan tiga perak atau lima medali.

Riau berada di posisi kedua dengan dua emas dan satu perunggu.

Posisi berikutnya ditempati Sulawesi Tenggara dengan satu emas dan satu perak. NTB mengoleksi satu perak dan dua perunggu, sedangkan Jawa Barat dan Sulawesi Tengah masing-masing meraih dua perunggu.

Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Barat masing-masing mengantongi satu medali perunggu.

Klasemen akhir perolehan medali Kejurnas Teqball 2026:

1. DKI Jakarta: 2 emas, 3 perak

2. Riau: 2 emas, 1 perunggu

3. Sulawesi Tenggara: 1 emas, 1 perak

4. NTB: 1 perak, 2 perunggu

5. Jawa Barat: 2 perunggu

6. Sulawesi Tengah: 2 perunggu

7. Jawa Timur: 1 perunggu

8. Kalimantan Selatan: 1 perunggu

9. Sumatera Barat: 1 perunggu

Persiapan minim, hasil maksimal

Ketua Umum Persatuan Olahraga Teqball Seluruh Indonesia (POTSI) Riau, M. Aminullah, menyampaikan apresiasi atas perjuangan para atlet.

Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti kegigihan atlet Teqball Riau untuk tetap berprestasi meski persiapan menuju kejurnas tidak berjalan maksimal.

Aminullah mengatakan, menjelang keberangkatan ke Surabaya, tim harus berusaha keras agar bisa mengikuti kejuaraan karena keterbatasan anggaran.

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan tekad atlet untuk tampil dan memberikan hasil terbaik.

"Raihan ini memperlihatkan bagaimana uletnya atlet Teqball Riau untuk terus berprestasi, meskipun persiapan tidak maksimal. Dalam kondisi anggaran yang minim, mereka tetap memiliki tekad untuk berangkat dan berprestasi," ujarnya, Rabu (12/8/2026)

Menurut dia, semangat tersebut akhirnya mampu membawa para atlet menunjukkan kemampuan terbaik dan mengharumkan nama Riau.

Prestasi terus meningkat

Pelatih Teqball Riau, Syafruddin Majid, menilai hasil tahun ini sangat memuaskan. Ia melihat adanya peningkatan prestasi dibandingkan keikutsertaan Riau pada kejurnas tahun sebelumnya.

"Tahun lalu kita meraih satu emas dan dua perak. Tahun ini meningkat menjadi dua emas dan satu perunggu. Ini sudah luar biasa dan menunjukkan adanya peningkatan setiap tahun," kata Syafruddin.

Ia menyebut hasil tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih dan atlet. Ke depan, program latihan akan terus diperbaiki agar kemampuan atlet semakin berkembang.

"Dengan hasil ini kami akan lebih meningkatkan lagi. Ke depan, prestasi ini harus bisa ditingkatkan dan kita persiapkan atlet agar mampu bersaing lebih kuat di ajang berikutnya," ujarnya.

Berharap dukungan pemerintah dan swasta

M. Aminullah juga berharap prestasi yang ditunjukkan atlet Teqball Riau mendapat perhatian lebih dari para pemangku kepentingan olahraga, khususnya pemerintah daerah, Dispora dan KONI.

Menurutnya, dukungan tersebut penting karena Teqball Riau telah menunjukkan kemampuan bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Aminullah juga berharap pihak swasta ikut memberikan dukungan nyata terhadap pembinaan atlet. Menurutnya, pembinaan yang berkelanjutan membutuhkan dukungan berbagai pihak, terutama untuk kebutuhan latihan, kompetisi dan persiapan atlet.

Ia optimistis prestasi Teqball Riau masih dapat berkembang lebih jauh apabila pembinaan dilakukan secara konsisten dan mendapat dukungan yang memadai.

Amin juga mengucapkan terimakasih kepada Bank Riau-Kepri yang telah turut memberikan dukungan pada Kejurnas yang diikuti oleh Atlet Teqball Riau.

"Saya ucapkan terimakasih pada BRK yang memberikan dukungan-bantuan bagi Teqball Riau pada Kejurnaa di Surabaya,* ujar Amin.

Menatap Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Peluang perkembangan Teqball semakin terbuka karena cabang olahraga ini telah resmi masuk sebagai cabang perebutan medali pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kejuaraan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. 

Masuknya Teqball ke Asian Games menjadi momentum penting bagi atlet Indonesia, termasuk atlet asal Riau, untuk meningkatkan level persaingan ke tingkat Asia.

Karena itu, prestasi di Kejurnas 2026 diharapkan menjadi salah satu modal bagi atlet Riau untuk terus berkembang dan membuka peluang memperkuat tim nasional Indonesia pada berbagai kejuaraan internasional.

Untuk target Olimpiade Los Angeles 2028, perlu dicatat bahwa Teqball memang belum tercantum sebagai cabang resmi dalam program Olimpiade 2028. FITEQ saat ini menyatakan ambisi untuk memperoleh pengakuan Olimpiade dalam perkembangan olahraga tersebut. 

Rekam jejak internasional atlet Riau

Prestasi di Surabaya juga melanjutkan catatan positif sejumlah atlet Teqball Riau di pentas internasional.

Sumaya sebelumnya memperkuat Indonesia pada SEA Games Thailand 2025 dan meraih medali perunggu di nomor ganda campuran. Prestasi itu juga tercatat oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Riau. 

Sumaya juga mencatat prestasi internasional pada World Tour Teqball Bangkok 2025. Bersama Gabriella Kota, ia meraih medali perunggu nomor ganda putri, yang menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan Teqball Indonesia di level dunia. 

Sementara Syifa sebelumnya memperkuat Indonesia pada Asian Youth Games 2025 di Bahrain. Dokumen resmi pertandingan mencatat Syifa Zahrotus sebagai bagian dari kontingen Indonesia pada cabang Teqball, sementara laporan media juga mencatat keberhasilannya meraih medali perunggu. 

Adapun Pebi/Febi Syahputra, berdasarkan data yang disampaikan tim Riau, juga menjadi salah satu atlet yang diproyeksikan memperkuat Indonesia di ajang internasional. Pebi sebelumnya tercatat sebagai bagian dari tim Teqball Riau yang menjuarai nomor ganda campuran pada PON XXI Aceh-Sumut 2024. 

Rangkaian prestasi tersebut memperlihatkan bahwa Teqball Riau tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional. Dengan pembinaan yang lebih konsisten dan dukungan yang semakin kuat, atlet-atlet Riau berpeluang terus berkembang dan menjadi bagian penting dari kekuatan Teqball Indonesia di level internasional.

Dua emas dan satu perunggu dari Surabaya menjadi bukti bahwa dengan keterbatasan sekalipun, Teqball Riau mampu berbicara di tingkat nasional. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi prestasi dan mempersiapkan atlet menghadapi persaingan yang lebih tinggi di level Asia. (Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.