TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Musim kemarau yang melanda Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, turut meningkatkan kebutuhan warga terhadap mesin air.
Kondisi tersebut dirasakan Toko Fajar Bangunan yang berada di Jalan Diponegoro, Mamuju.
Pemilik Toko Fajar Bangunan, M, mengatakan permintaan mesin air mengalami peningkatan selama musim kemarau dalam beberapa waktu terakhir.
Baca juga: Kemarau Bikin Hasil Tangkapan Nelayan Menurun, Harga Ikan di TPI Kasiwa Mamuju Naik
Baca juga: Warga Kuajang Polman Salat Istisqa, Meminta Hujan di Musim Kemarau Panjang
Ia mengaku tidak dapat memastikan apakah penjualan mesin air saat ini tergolong tinggi. Namun, berdasarkan stok yang tersedia, permintaan terhadap mesin air cukup banyak.
“Saya pesan 30 mesin pada bulan Juli, sekarang tinggal lima. Hari ini baru saya mau pesan lagi,” kata M saat ditemui, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, sejak kemarau melanda Mamuju, sekitar 20 unit mesin air telah terjual di tokonya dalam kurun waktu satu bulan.
Harga mesin air yang dijual pun bervariasi, tergantung tipe dan spesifikasinya.
Untuk mesin air tipe 135 dibanderol sekitar Rp680 ribu, tipe 130 sekitar Rp780 ribu, sedangkan tipe 230 dijual dengan harga sekitar Rp1,3 juta.
Dari beberapa tipe tersebut, mesin air tipe 135 menjadi yang paling banyak diminati masyarakat.
M mengatakan meningkatnya kebutuhan mesin air tidak terlepas dari kondisi kemarau yang membuat sebagian warga kesulitan mendapatkan pasokan air.
Mesin air kemudian menjadi salah satu pilihan warga untuk membantu memenuhi kebutuhan air rumah tangga, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan.
“Yang paling laris itu tipe 135,” ujarnya.
Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, ia kembali melakukan pemesanan stok mesin air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com, Baiq Sukma Widiawati