Dua Bocah di Palangkaraya Tewas Terjebak Api,  Sang Ibu Hanya Sempat Selamatkan Bayinya
Hari Widodo August 12, 2026 01:50 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKA RAYA - Duka  masih menyelimuti keluarga Krismon Aditya (28) korban kebakaran di Jalan Mendawai I, RT 4, RW 4, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya. 

Peristiwa yang terjadi Selasa (11/8/2026) sekira pukul 14.00 WIB. menyebabkan kedua anaknya  yakni Nayla (4) dan Kayla (2) tewas terbakar.

Saat kejadian, Krismon sendiri tidak berada di rumah karena sedang bekerja. Insiden itu, membuat Krismon terus menangis sedih karena kehilangan dua buah hatinya. 

Kini kedua anaknya yang menjadi korban dalam insiden kebakaran itu telah dimakamkan. Sedangkan, istriknya masih dirawat di rumah sakit RSUD Doris Sylvanus akibat luka bakar yang dideritaknya.

Baca juga: BREAKING NEWS- Kebakaran di Komet Banjarbaru Kalsel, Kafe Soari Tinggal Puing

Mulyadi (44) tetangga korban mengatakan, saat itu ia  sedang menikmati waktu santai, terkejut mendengar teriakan seorang perempuan dari rumah tetangganya. 

 Mulyadi sempat mengira terjadi perkelahian, karena suara yang ia dengar teriakan "aduh, aduh," bukan permintaan tolong atau peringatan ada api. 

Saat Mulyadi keluar memastikan sumber suara, ia mendapati seorang bayi berumur sekira 5 bulan diletakkan sendirian di jembatan kayu kecil di depan rumahnya. 

Sontak Mulyadi langsung berlari menggendong bayi itu. Saat itu juga dia menyadari api sedang membakar kawasan tempat tinggalnya, bahkan sudah membesar. Ia langsung membawa bayi tersebut saat hendak ke tempat lebih aman.  

"Waktu saya angkat bayinya, sudah panas. Ternyata api sudah membesar," kata Mulyadi. 

Bayi itu sempat dibawa ke dalam rumah Mulyadi. Akan tetapi, karena rumah tersebut juga terbakar, ia kemudian membawa bayi tersebut ke luar. Kemudian, Mulyadi menyerahkan bayi tersebut kepada ibunya. 

 Menurut Mulyadi, Ibu dari bayi tersebut kembali masuk ke dalam rumah, mencoba menyelamatkan dua anak lainnya. Namun, api sudah mengepung rumah tersebut sehingga tak ada jalan untuk masuk. 

"Setelah saya menyerahkan bayinya, saya tidak tahu lagi ke mana ibunya," ungkapnya. 

Mulyadi mengatakan, api begitu cepat menyebar. Bahkan, ia juga tak sempat menyelematkan barang-barang di rumahnya. Waktu itu, dia hanya memikirkan keselamatan keluarganya. 

"Yang penting keluarga saya selamat," ucapnya. 

Korsleting Listrik

Kasi Investigasi pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Palangka Raya, Setny Kristianti mengungkapkan, saat kejadian di rumah itu ada empat orang yakni ibu, kedua korban yang sedang tidur siang, serta bayi berusia lima bulan. 

Ketika terjadi kebakaran, Ibu korban terlebih dahulu menyelamatkan bayi berusia lima bulan itu, namun saat ia hendak kembali masuk ke rumah, api sudah mengepung bangunan kayu itu. 

Sehingga ibu kedua korban tak bisa masuk, bahkan ia sempat mengalami luka bakar. Nahas, kedua balita itu tak sempat diselamatkan. 

"Ibu korban saat ini dirawat dirawat di RSUD Doris Sylvanus," ungkap Setny. 

Setny Kristianti mengungkapkan, pihaknya sudah meminta keterangan dari ayah kedua korban, Krismon Aditya (28). 

"Setelah kita telusuri kembali, sudah kita tanyakan juga dengan sumbernya ternyata selama ini mereka menggunakan instalasi listrik yang tidak standar," ujar Setny saat ditemui di lokasi kejadian. 

Saat dimintai keterangan, mata Krismon tampak bengkak, dan sesekali menutup wajahnya. 

Baca juga: Terbaring Sakit Saat Rumah Terbakar, Nenek 60 Tahun di Marajai Balangan Ini Diselamatkan Sang Anak 

Setny membeberkan, rumah yang menjadi sumber api menggunakan kabel dan stop kontak yang tidak standar. Terlebih saat ini Palangka Raya sedang dalam musim kemarau, sehingga suhu panas menumpuk dan menimbulkan percikan api. 

 "Dan itu yang menjadi sumbernya," kata dia. 

Menurut Setny, kebakaran itu juga diperparah dengan angin kencang saat musim kemarau. Membuat api dengan cepat membesar. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.