Ferry Aufaray Dorong Konsolidasi dan Kampanye Digital Gen Z di Musda IV Golkar Kaimana
Hans Arnold Kapisa August 12, 2026 02:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA - Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Golkar Kabupaten Kaimana, bukan sebagai ajang pertandingan, melainkan momentum reorganisasi untuk memperkuat partai.

Hal itu ditegaskaan Sekretaris DPD Golkar Papua Barat, Ferry MD Aufaray, dalam sambutannya pada Musda IV Golkar Kaimana, Rabu (12/8/2026).

“Musda bukan pertandingan. Musda adalah salah satu reorganisasi. Sehingga siapapun yang terpilih sebagai Ketua Golkar Kabupaten Kaimana, berkewajiban untuk merangkul semua,” tegas Ferry.

Musda Setelah 11 Tahun

Ferry menyebut Musda IV Kaimana baru terlaksana setelah 11 tahun.

Musda III terakhir digelar pada 2015. Dalam rentang waktu itu, terjadi empat kali pergantian kepemimpinan di tingkat Provinsi Papua Barat.

Menurutnya, tantangan Partai Golkar ke depan tidak terlepas dari kondisi ekonomi nasional.

Karena itu, siapapun yang terpilih sebagai ketua memiliki tanggung jawab untuk meneruskan panji-panji dan cita-cita partai.

Baca juga: Musda IV Golkar Kaimana: Soliditas Kader jadi Kunci Kemenangan Partai

Filosofi Karya Kekaryaan

Ferry menekankan filosofi karya kekaryaan Golkar. Partai berlambang pohon beringin itu, katanya, harus menempatkan karya nyata pembangunan dan fungsi sosial masyarakat di atas kepentingan pribadi.

“Saya berharap Golkar menjadi partai yang dimiliki semua orang, bukan hanya kader. Kader Golkar harus menjadi tombak membangun Kaimana. Golkar tidak memposisikan diri sebagai oposisi,” jelasnya.

Ia juga meminta seluruh kader Golkar Kaimana mendukung program pemerintah pusat maupun daerah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, dan Kampung Nelayan.

“Tugas utama pimpinan Golkar Kaimana adalah menyuarakan program-program nasional dan program Bupati Kaimana. Itu wajib disosialisasikan kepada masyarakat. Kader Golkar tidak boleh menyebarkan informasi sesat,” tegasnya.

Menyongsong Pemilu 2029–2030

Ferry menyinggung persiapan Pemilu 2029–2030. Ia menyebut 75–80 persen pemilih nanti berasal dari generasi Z, sehingga pola kampanye harus menyesuaikan dengan pemanfaatan media sosial.

“Pendekatan politik dan kepastian informasi tentang pesta demokrasi menjadi tanggung jawab partai politik. Saya berharap Kaimana mengirim kader untuk pembekalan. Menjaga Kamtibmas agar tetap kondusif juga bagian dari tanggung jawab kita,” ujarnya.

Di akhir sambutan, Ferry berpesan agar Ketua DPD II terpilih segera melapor kepada Bupati Kaimana selaku pembina partai politik dan melakukan konsolidasi dengan Forkopimda.

“Demokrasi berbeda pandangan itu wajar. Tapi ketika terpilih, yang menang harus bisa merangkul semua,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.