Suporter Away Kembali Boleh Hadir di Stadion, PSSI Minta Klub Rival Saling Undang
Acos Abdul Qodir August 12, 2026 03:30 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Suporter tandang atau away kembali boleh hadir di stadion pada kompetisi sepak bola Indonesia musim 2026/2027.

Kebijakan tersebut berlaku untuk Super League dan Championship, yang akan dikelola operator kompetisi, I.League. Namun, akses suporter tim tamu tidak otomatis dibuka pada seluruh pertandingan karena penerapannya tetap mempertimbangkan kondisi dan tingkat risiko laga.

Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Yunus Nusi mengatakan FIFA telah memberikan kelonggaran kepada PSSI untuk membuka kembali akses suporter tandang.

"FIFA sudah memberikan kelonggaran kepada federasi kita, PSSI, untuk kembali membuka suporter away dalam kompetisi 2026/2027, baik di Super League maupun Championship yang nantinya akan dilaksanakan oleh operator kita, I.League," ujar Yunus di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

PSSI selanjutnya meminta I.League dan klub menyusun sistem serta formula penerapan kebijakan tersebut. Aspek keamanan menjadi perhatian utama, terutama untuk pertandingan yang masuk kategori berisiko tinggi.

Baca juga: PSSI Minta Maaf atas Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Evaluasi Segera Dilakukan

Laga Rivalitas Tinggi Tetap Dibatasi

Yunus mencontohkan pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung sebagai laga yang kemungkinan belum dapat langsung membuka akses suporter tandang.

"Kita tahu Persija dan Persib Bandung mungkin belum bisa membuka akses suporter away sesuai dengan apa yang telah disampaikan kepada operator terkait kebijakan suporter tandang. Namun, kami berharap ada sosialisasi dan edukasi kepada suporter mengenai pertandingan yang memang belum memungkinkan mempertemukan kedua kelompok suporter," kata Yunus.

Menurut Yunus, kondisi serupa dapat diterapkan pada pertandingan yang mempertemukan klub dengan rivalitas kuat.

Ia menyebut Arema dan Persebaya sebagai contoh. Meski akses suporter tandang pada pertandingan tertentu dapat dibatasi, PSSI membuka peluang pertemuan terbatas antarsuporter sebagai bagian dari proses edukasi.

"Misalnya Arema dengan Persebaya. Kami berharap ada edukasi di sana. Kalau misalnya Arema bermain di kandang Persebaya, tidak apa-apa kita mengundang atau mempertemukan beberapa suporter Arema untuk datang ke Surabaya. Mereka bisa saling bersilaturahmi di sana," ujar Yunus.

Pertemuan terbatas tersebut, kata Yunus, dapat menjadi bagian dari proses menuju penerapan kebijakan suporter tandang secara lebih luas.

"Ya, mesti. Saya berharap boleh mengundang. Bahkan, itu menjadi bagian dari edukasi yang saya maksud," tegasnya.

Baca juga: Laga Tarkam di Bogor Ricuh, Wasit Tewas Diduga Dikeroyok Pemain dan Suporter

PSSI Minta Klub Aktif Edukasi Suporter

PSSI menilai komunikasi antarsuporter perlu diperkuat bersamaan dengan dibukanya kembali akses suporter tandang.

Yunus mengatakan hubungan baik di antara suporter pada tingkat tertentu dapat membantu meredam rivalitas yang masih berkembang di lapangan maupun di luar pertandingan.

"Saya yakin bahwa di tingkat atas, para suporter sebenarnya berkawan. Mereka saling menghargai dan menghormati. Namun, di tingkat bawah terkadang masih ada rivalitas dan mungkin ada masa lalu yang belum bisa dilupakan," jelasnya.

Karena itu, PSSI meminta I.League melibatkan kelompok suporter dalam pembukaan Super League musim 2026/2027. Salah satu gagasannya adalah deklarasi damai antarsuporter.

"Di tingkat atas, kita ingin menunjukkan bahwa PSSI meminta kepada I.League saat pembukaan kompetisi nanti untuk mengundang seluruh suporter agar bersama-sama melakukan deklarasi damai, pembulatan tekad, atau apa pun namanya. Intinya, ayo kita bersatu bersama-sama untuk tidak lagi saling ribut," ujar Yunus.

Penerapan suporter tandang juga akan disertai mitigasi dan edukasi. PSSI memberikan kepercayaan kepada I.League dan klub untuk memastikan kebijakan berjalan dengan tetap memperhatikan keamanan pertandingan.

"Jadi, PSSI sangat memberikan kepercayaan kepada operator dan klub. Kami sangat berharap ada mitigasi dan edukasi yang dilakukan oleh operator dan klub dalam rangka penerapan kebijakan suporter away ini," kata Yunus.

Sosialisasi juga menjadi tanggung jawab klub yang berhubungan langsung dengan kelompok suporternya. I.League sebagai pelaksana kompetisi juga diminta menjalankan edukasi tersebut.

"Kami berharap harus ada sosialisasi dan edukasi yang dilakukan, baik oleh klub yang berhubungan langsung dengan suporternya maupun oleh I.League sebagai pelaksana kompetisi," pungkas Yunus.

Dengan demikian, kembalinya akses suporter tandang pada musim 2026/2027 bukan berarti semua pertandingan otomatis dapat dihadiri suporter tim tamu. Penerapannya tetap bergantung pada kondisi pertandingan, mitigasi keamanan, serta kesiapan klub dan I.League.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.