TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - BPBD Kota Blitar mengusulkan tambahan 10 unit tandon air kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengantisipasi potensi krisis air bersih selama musim kemarau 2026.
Usulan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi menyusul mulai munculnya krisis air bersih di sejumlah daerah di Jawa Timur.
Saat ini, BPBD Kota Blitar telah memiliki sekitar 21 unit tandon air yang disiapkan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya kekeringan dan krisis air bersih di masyarakat.
"Kami mengusulkan tambahan 10 unit tandon air lagi ke provinsi. Provinsi sudah membaca di beberapa kota dan kabupaten lain mulai terjadi krisis air bersih," kata Kepala BPBD Kota Blitar, Agus Suherli, Rabu (12/8/2026).
Baca juga: HUT ke-81 RI, 90 Regu SD/MI Ikuti Lomba Gerak Jalan 4,1 Km di Trenggalek
Agus mengatakan, hingga Rabu (12/8/2026), BPBD Kota Blitar belum menerima laporan terkait bencana kekeringan maupun krisis air bersih di wilayah Kota Blitar.
Meski demikian, BPBD tetap melakukan persiapan lebih awal untuk mengantisipasi dampak musim kemarau.
Sejumlah tandon air telah disiapkan di kelurahan-kelurahan yang dipetakan rawan mengalami krisis air bersih.
Sebagian tandon bahkan sudah didistribusikan ke 15 kelurahan yang diprediksi rawan terdampak kekeringan.
Beberapa di antaranya yakni Kelurahan Ngadirejo, Sentul, Tanjungsari, Bendo, dan Bendogerit.
"Sejumlah kelurahan itu kami prediksi mengalami kekeringan lebih awal. Tapi, sampai sekarang, kami belum menerima laporan krisis air bersih di masyarakat," ujarnya.
Tandon air tersebut ditempatkan di sejumlah titik untuk mendukung kebutuhan dropping air bersih apabila terjadi krisis air di masyarakat.
BPBD Kota Blitar menyiapkan satu unit tandon untuk setiap kelurahan yang masuk wilayah rawan.
Namun, jumlah tersebut dapat ditambah apabila dalam satu kelurahan terdapat lebih dari satu titik yang mengalami krisis air bersih.
"Makanya kami mengusulkan tambahan tandon air ke provinsi untuk mengantisipasi hal tersebut," katanya.
Tambahan tandon tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan BPBD Kota Blitar dalam menghadapi potensi kekeringan selama musim kemarau 2026.
Selain menyiapkan tandon air, BPBD Kota Blitar juga melakukan koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah untuk mengantisipasi kebutuhan dropping air bersih.
Agus mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk meminjam truk tangki air.
BPBD Kota Blitar hingga kini belum memiliki truk tangki sendiri yang dapat digunakan untuk mendistribusikan air bersih ke masyarakat.
"Kalau truk tangki air, kami belum punya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami koordinasi dengan DLH dan Damkar pinjam truk tangki untuk dropping air bersih," katanya.
(Samsul Hadi/Tribunmataraman.com)