Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 14 perenang Indonesia yang diproyeksikan tampil pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang, masih menjalani latihan di klub masing-masing menjelang pesta olahraga Asia tersebut.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Akuatik Indonesia Ali Patiwiri mengatakan program pelatnas tetap berjalan di bawah arahan pelatih kepala meski para atlet saat ini tidak berlatih secara terpusat.
“Pelatnas sebenarnya sudah berjalan sejak Maret, hanya memang secara sentralisasi berjalan hingga April. Kemudian atlet melanjutkan latihan di klub masing-masing karena kami menganggap cara itu masih efektif untuk mereka lakukan,” kata Ali Patiwiri kepada ANTARA di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu.
Menurut Ali, latihan bersama klub masing-masing dinilai tetap efektif karena sebagian besar nomor renang bersifat individu. Para atlet juga tetap menjalankan program yang diberikan tim pelatih nasional.
“Program dari pelatih kepala tetap dilaksanakan. Memang sedikit mengganggu karena mereka tidak berlatih bersama, tetapi untuk renang sebenarnya latihan bersama tidak terlalu dibutuhkan karena masing-masing individu memiliki nomornya,” ujarnya.
Meski demikian, Ali mengakui latihan secara terpisah membuat unsur kebersamaan tim menjadi berkurang, terutama dalam membangun semangat kolektif menuju Asian Games 2026.
“Yang mungkin kurang di situ adalah kebersamaannya untuk berjuang,” katanya.
Ali mengatakan pola latihan di klub masing-masing juga merupakan bagian dari efisiensi dalam pelaksanaan pelatnas. Para atlet diperkirakan kembali dikumpulkan sebelum keberangkatan menuju Jepang.
“Ya, tentu ada efisiensi. Kemudian kami mendengar kabar menjelang keberangkatan nanti akan dikumpulkan kembali di Jakarta,” ujarnya.
Para perenang sebelumnya sempat berkumpul di Jakarta beberapa hari lalu bersamaan dengan agenda kunjungan Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia. Setelah kegiatan tersebut, mereka kembali berlatih bersama klub masing-masing.
“Beberapa hari yang lalu mereka berkumpul di Jakarta untuk latihan dan kelihatannya perkembangannya cukup bagus,” kata Ali.
PB Akuatik Indonesia telah menetapkan 14 perenang untuk Asian Games 2026 yang terdiri atas sembilan putra dan lima putri.
Sejumlah perenang berpengalaman seperti I Gede Siman Sudartawa, Masniari Wolf, Farrel Armandio Tangkas, Joe Aditya Wijaya Kurniawan, dan Flairene Candrea Wonomiharjo kembali menjadi bagian dari tim.
Mereka akan berpadu dengan sederet perenang muda, antara lain Jason Donovan Yusuf, Arya Adrean Putra Haryono, Kevin Erlangga Prayitno, Samuel Maxson Septionus, Liquor Harison Handoko, Made Aubrey Jaya, Adelia Chantika Aulia, Adellia, dan Nadia Aisha Nurazmi.
PB Akuatik Indonesia juga menunjuk empat pelatih, yakni Albert Christiadi Sutanto, Arif Purbo Warsono, Billy Arfianto, dan Hendry Suryaatmadja Sutanto.
Ali mengatakan Akuatik Indonesia tidak memberikan beban target medali kepada para perenang. Federasi lebih menginginkan atlet mengeluarkan kemampuan terbaik, setidaknya dengan mempertajam catatan nasional.
“Kali ini kami tidak memberikan target kepada atlet. Intinya kami meminta atlet melakukan yang terbaik dan paling tidak bisa memecahkan rekor nasional,” kata Ali.
“Dengan semangat itu, kami berharap ada kejutan di Asian Games 2026,” ujarnya melanjutkan
Cabang renang Asian Games 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20–25 September di Tokyo Aquatics Centre, Tokyo.





