Nelayan di Pantai Selatan Tasikmalaya Pilih Libur, Enggan Ambil Risiko saat Gelombang Tinggi
Seli Andina Miranti August 12, 2026 02:11 PM

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNJABAR.ID, KABUPATEN TASIKMALAYA - Nelayan Pantai Selatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, meliburkan diri untuk tidak melaut sampai Sabtu depan.

Hal ini akibat gelombang tinggi Laut Selatan yang terjadi pada Senin (10/8/2026) sampai Selasa (12/8/2026) siang. 

Bahkan sebelum kejadian, sebagian nelayan sudah mengangkat mesin perahu agar tidak terdampak gelombang tinggi di pantai selatan.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tasikmalaya, Dedi Mulyadi, mengungkapkan, memang benar sampai saat ini nelayan di Pantai Selatan belum ada yang melaut.

Baca juga: Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Tasikmalaya, Warga Diminta Jauhi Pantai hingga 50 Meter

Meskipun saat ini gelombang laut sudah mulai menurun intensitas ombaknya, tapi kegiatan melaut belum ada.

"Sekarang sudah mulai kecil, tidak seperti hari Senin sampai Selasa siang ombak laut tingginya 2,5 meter hingga ke daratan," kata Dedi dikonfirmasi TribunPriangan.com,

Dedi mengaku, dampak gelombang laut semua nelayan di Pantai Selatan belum melaut, menunggu cuaca dan angin kembali normal.

"Sudah empat hari tidak melaut, mungkin sampai hari Sabtu, sekarang masih jelek, tapi tidak gede kaya dua hari yang lalu. Paling mulai melaut lagi hari Senin depan," jelas pria yang disapa KDM ini.

Ia menyebut, gelombang tinggi ini diakibatkan faktor musim kemarau dan adanya dampak gempa beberapa waktu lalu yang melanda Pangandaran.

"Biasa gelombang tahunan, dan musim kemarau, ditambah dampak gempa di Pangandaran dekat dengan Tasik sampai dua kali gempanya," tuturnya.

Selain itu, gelombang ini menjadi Tahunan yang sebelumnya terjadi di bulan September hingga merusak perahu nelayan.

"Tahunan juga ini, tahun kemarin September sampai 8 perahu rusak berat kalau sekarang Agustus, tapi kerusakan tidak parah karena sudah diantisipasi," tambahnya.

Baca juga: Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian 3 ABK KM Ratna Ningsih di Indramayu Diperluas ke Eretan

Namun, kerusakan ringan perahu bervariasi akibat terjangan ombak yang tinggi hingga ke daratan.

"Kalau rusak parah tidak ada, hanya ringan akibat gesekan perahu lain karena berjejer, ada pinggir, belakang perahu. Tapi beberapa mesin diamanin karena sudah diantisipasi sejak hari Jumat kemarin," jelas Dedi.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.