SDN Keting Lamongan Dorong Siswa Peduli Lingkungan & Mandiri Pangan Lewat Program 'Keting SAE'
Alga W August 12, 2026 01:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Upaya membentuk generasi yang peduli lingkungan sekaligus mandiri dalam pangan terus dilakukan di Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan.

Salah satunya melalui program yang digelar SDN Keting dengan mengusung semangat 'Keting SAE (Santun, Aman, Eksotis)' pada Selasa (11/8/2026).

Baca juga: 25 Muassis NU Diabadikan dalam 1 Kanvas Karya J Hasanto, Warnai Pameran Muktamar ke-35 NU di Jombang

Kegiatan bertajuk Sosialisasi Sekolah dan Gugus Depan Ketahanan Pangan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mengajak mereka terlibat langsung dalam praktik ketahanan pangan di lingkungan sekolah.

Sejak pagi, para siswa tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan di lapangan.

Mereka diajak mempraktikkan agrobisnis sederhana berbasis sekolah, mulai dari pelepasliaran benih ikan ke kolam, menanam bibit bawang merah, hingga memanen hasil kebun edukasi yang selama ini dikelola bersama.

Melalui kegiatan tersebut, siswa dikenalkan secara langsung pada proses produksi pangan. Mulai dari menanam, merawat, hingga memanen hasilnya.

Kepala SDN Keting, Siswo Handoko mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial.

Menurutnya, program ketahanan pangan menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun karakter siswa secara berkelanjutan.

"Melalui semboyan Keting SAE, kami ingin menanamkan nilai tanggung jawab dan kemandirian sejak dini. Dengan terlibat langsung menanam, merawat, hingga memanen, para siswa tidak hanya belajar teori pangan sehat, tetapi juga belajar menghargai proses dan mencintai lingkungan sekolah mereka sendiri," ungkap Siswo.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan Ipda Purnomo sebagai narasumber.

Ia memberikan motivasi kepada para siswa mengenai pentingnya membangun kemandirian pangan sejak usia sekolah.

"Menanam hari ini, merawat setiap hari, dan menuai di masa depan. Kita ingin anak-anak kita tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga belajar mencintai alam dan mandiri secara pangan," tutur Ipda Purnomo.

Tak hanya memberikan edukasi, Ipda Purnomo juga menunjukkan kepeduliannya terhadap para siswa melalui aksi sosial.

Ia menyerahkan sejumlah perlengkapan sekolah berupa tas serta bantuan dana tunai kepada beberapa murid yang membutuhkan. 

Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas belajar para siswa.

Termasuk mereka yang memiliki perlengkapan sekolah yang sudah mengalami kerusakan.

Dukungan terhadap program SDN Keting juga disampaikan Kepala Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Sekaran, Nanang Eko Prajoko, yang hadir bersama jajaran kepala sekolah se-Kecamatan Sekaran.

Nanang menilai, program ketahanan pangan berbasis sekolah memiliki manfaat yang luas bagi perkembangan peserta didik.

"Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh inisiatif SDN Keting ini. Program ketahanan pangan berbasis sekolah tidak hanya melatih kemandirian serta kecintaan anak-anak terhadap alam, tetapi juga menjadi media nyata penguatan pendidikan karakter yang sangat selaras dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini," ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara pendidikan karakter, kepedulian lingkungan, dan ketahanan pangan penting dikenalkan sejak jenjang sekolah dasar.

Program yang dikembangkan SDN Keting tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sekolah, tetapi dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya di Kabupaten Lamongan.

Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat siswa mendapatkan pengetahuan akademik, tetapi juga ruang untuk belajar tentang kehidupan, lingkungan, dan kemandirian pangan.

Melalui kegiatan sederhana seperti menanam, merawat tanaman, memelihara ikan hingga memanen hasil kebun, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat, mandiri, memiliki kepedulian terhadap lingkungan, serta memahami pentingnya menjaga keberlanjutan pangan sejak dini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.