Mulai Aktif Live Lagi dengan Giorgio Antonio, Sarwendah Senang Banyak Fans Kirim Emoji Love: Terharu
Yurika NendriNovianingsih August 12, 2026 01:20 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Sarwendah mulai kembali aktif berjualan lewat fitur live TikTok bersama kekasihnya, Giorgio Antonio meski polemik dengan Ruben Onsu belum juga usai.

Hal itu diungkapkannya di sela-sela waktu menunggu sidang mediasi hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026).

Sembari menunggu, mantan istri Ruben Onsu itu membenarkan ia kini mulai kembali melakukan live untuk sejumlah produk yang sempat ditunda.

"Masih sama kerja, cuma kan ada kerjaan yang mungkin livenya baru balik lagi," tuturnya, di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu.

Sarwendah mengaku live jualannya tak lagi dipenuhi hujatan publik.

Sebaliknya, banyak pihak yang mengirimkan tanda cinta untuknya.

"Yang aku lihat sih malahan banyak komenan yang love putih, kalo misal dari fans Sargio banyak yang kasih gift. Mana bentuknya lucu-lucu," tukasnya.

Ia mengaku terharu masih banyak pihak yang mendukungnya.

"Ya senang, terharu, dan yang pastinya sangat meng-appreciate orang-orang yang masih selalu ada," imbuhnya.

"Seneng bisa berinteraksi sama fans-fans," pungkas Wendah.

Sempat Muncul Seruan Boikot Sarwendah di Tengah Konflik dengan Ruben Onsu

Baca juga: Update Ruben Onsu Kini Pasrah soal Hak Asuh, Sarwendah Belum Ada Aksi Temukan Anak dan Ayah

Terdapat tiga petisi yang beredar di platform Change.org, yakni "Cancel Sarwendah dari Media Sosial", "Boikot Sarwendah", serta "Boikot/Cancel Sarwendah untuk Semua Media Sosial dan Televisi".

Dari ketiga petisi tersebut, yang memperoleh dukungan terbesar adalah "Cancel Sarwendah dari Media Sosial". 

Pantauan hingga Senin (5/7/2026), sedikitnya petisi yang dibuat akun Netizen Update mulai 29 Juni 2026 itu telah mengumpulkan lebih dari 95 ribu tanda tangan.

Berikut rincianya : 

  • 74.922 tandatangan untuk petisi Cancel Sarwendah dari Media Sosial.
  • Petisi Boikot Sarwendah kumpulkan 21.449 tandatangan.
  • Kemudian boikot/Cancel Sarwendah untuk Semua Media Sosial dan Televisi kumpulkan 73 tandatangan. 
KASUS PENCEMARAN NAMA BAIK - Sarwendah bersama tim kuasa hukumnya ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026). Sarwendah melaporkan lebih dari satu akun medsos yang diduga mencemarkan nama baik dan fitnah dirinya. (Tribunnews.com/Fauzi Alamsyah).
KASUS PENCEMARAN NAMA BAIK - Sarwendah bersama tim kuasa hukumnya ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026). Sarwendah melaporkan lebih dari satu akun medsos yang diduga mencemarkan nama baik dan fitnah dirinya. (Tribunnews.com/Fauzi Alamsyah). (Tribunnews.com/Fauzi Nur Alamsyah)


Isi petisi tidak hanya menyerukan boikot terhadap Sarwendah di media sosial, tetapi juga meminta perusahaan dan pelaku usaha mempertimbangkan kembali kerja sama promosi dengan mantan personel Cherrybelle tersebut.

Dalam petisi itu, para penggagas mengajak brand untuk lebih selektif memilih figur publik sebagai wajah promosi.

"Kami, masyarakat yang menandatangani petisi ini, mengajak seluruh brand dan pelaku usaha untuk mempertimbangkan kembali kerja sama promosi maupun penjualan produk melalui siaran langsung (live streaming) bersama artis tersebut."

Mereka juga menilai setiap perusahaan memiliki tanggung jawab menjaga citra serta kepercayaan konsumennya.

"Kami percaya bahwa setiap brand memiliki tanggung jawab untuk menjaga citra, kredibilitas, serta kepercayaan konsumen. Oleh karena itu, kami berharap perusahaan lebih selektif dalam memilih figur publik yang akan dijadikan wajah promosi produknya."

Petisi tersebut bahkan menuntut agar Sarwendah tidak lagi dilibatkan dalam kegiatan pemasaran, khususnya melalui siaran langsung, hingga polemik yang menjadi perhatian publik mendapatkan kejelasan.

Berawal dari Polemik Nafkah dan Hak Asuh Anak

Munculnya petisi tersebut tak lepas dari memanasnya konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah pasca-perceraian.

Perselisihan keduanya mencuat setelah kuasa hukum Sarwendah mengungkap adanya persoalan penagihan cicilan mobil yang disebut merupakan aset milik Ruben Onsu.

Selain itu, pihak Sarwendah juga menuding Ruben telah menghentikan pemberian nafkah kepada anak-anak selama sekitar enam bulan.

Kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon, menyebut seluruh kebutuhan anak, mulai dari biaya sekolah, les, hingga pengobatan, selama ini ditanggung oleh kliennya.

Menanggapi tudingan tersebut, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, membenarkan bahwa kliennya memang menghentikan sementara pemberian nafkah.

Menurutnya, langkah itu merupakan bentuk protes karena Ruben mengaku kesulitan bertemu dengan anak-anaknya.

Di tengah polemik tersebut, beredar pula sejumlah potongan video siaran langsung Sarwendah yang dianggap menyindir Ruben Onsu.

Salah satu pernyataan yang menjadi sorotan adalah ketika Sarwendah menyebut dirinya tidak membutuhkan nafkah Rp200 juta karena nominal tersebut dapat diperolehnya hanya dari satu kali siaran langsung.

Pernyataan itu memicu gelombang kritik dari warganet hingga akhirnya Sarwendah menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial.

Hingga kini, baik Ruben Onsu maupun Sarwendah masih sama-sama mempertahankan sikap dan belum ada penyelesaian yang diumumkan terkait berbagai persoalan yang menjadi sumber perselisihan mereka.

(Tribunnews.com/ Salma/ Anita)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.