TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos & PPPA) Papua Barat Daya memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui pembentukan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).
Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan pembentukan Puspaga selama dua hari, 11–12 Agustus 2026, di Rylich Panorama Hotel, Kota Sorong.
Pelatihan melibatkan Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Barat Daya dan kabupaten/kota, serta sejumlah pihak terkait lintas sektor. Narasumber berasal dari UNICEF, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), serta Kabid PHPA DP3AKB Jawa Tengah.
Baca juga: Sosialisasi Perlindungan Anak dan Guru SLB Se-Papua Barat Daya Cipatakan Sekolah Aman dan Inklusif
Kegiatan dibuka Pj. Sekda Papua Barat Daya Yakob Kareth dengan penabuhan tifa bersama, Selasa (11/8/2026).
Yakob mengatakan Puspaga memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui layanan preventif dan promotif.
Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi tumbuh kembang anak.
Karena itu, peningkatan kapasitas keluarga, terutama dalam pengasuhan dan perlindungan anak, penting untuk mencegah kekerasan.
“Peserta yang terdiri dari calon pengelola, konselor, pendamping dan tenaga medis merupakan garda terdepan yang akan berhadapan langsung dengan masyarakat,” ujar Yakob.
Ia meminta peserta menyerap pengetahuan dan keterampilan selama pelatihan untuk diterapkan dalam pendampingan keluarga di wilayah masing-masing.
Yakob menegaskan, pembentukan Puspaga membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, instansi vertikal, lembaga masyarakat, organisasi perempuan, tokoh adat, dan tokoh agama.
Sinergi lintas sektor diperlukan agar layanan Puspaga tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di kampung dan distrik terpencil.
“Puspaga tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan integrasi program dan kolaborasi lintas sektor agar pelayanan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas,” katanya.
Baca juga: Pemprov Papua Barat Daya Terapkan SP2D Online dan KKPD, Tata Kelola Keuangan Makin Digital
Dinsos P3A berharap pelatihan tersebut menjadi fondasi terbentuknya Puspaga yang kuat, terpadu, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Puspaga diharapkan menjadi ruang pembelajaran dan pendampingan keluarga dalam pengasuhan, komunikasi keluarga, serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Keberadaan Puspaga juga diharapkan mendorong terciptanya keluarga harmonis, lingkungan yang aman, dan perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak di Papua Barat Daya. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)