Kekeringan Mengintai, BPBD Kota Blitar Ajukan Tambahan 10 Tandon Air ke Pemprov Jatim
Titis Jati Permata August 12, 2026 01:32 PM

 

SURYA.co.id, BLITAR – BPBD Kota Blitar mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi krisis air bersih selama musim kemarau 2026. 

Meski hingga kini belum ada laporan kekeringan, BPBD mengusulkan tambahan 10 unit tandon air kepada Pemprov Jawa Timur.

Tambahan tersebut diperlukan untuk memperkuat persediaan tandon yang saat ini berjumlah sekitar 21 unit. 

Peralatan itu akan digunakan untuk menampung air bersih apabila sejumlah wilayah mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

15 Kelurahan Dipetakan Rawan Krisis Air

Kepala BPBD Kota Blitar Agus Suherli mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tandon air di sejumlah kelurahan yang dipetakan rawan mengalami krisis air bersih.

Sebagian tandon bahkan telah didistribusikan ke 15 kelurahan sebagai langkah antisipasi. Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain Ngadirejo, Sentul, Tanjungsari, Bendo, dan Bendogerit.

Baca juga: Musim Kemarau, Pemkab Lamongan Atur Aliran Air untuk Selamatkan Padi MT II

“Kami mengusulkan tambahan 10 unit tandon air kepada provinsi. Saat ini sejumlah daerah lain sudah mulai mengalami krisis air bersih, sehingga kami perlu memperkuat kesiapsiagaan,” ujar Agus kepada SURYA.co.id, Rabu (12/8/2026).

Meski demikian, Agus memastikan sampai saat ini belum ada laporan kekeringan maupun krisis air bersih di wilayah Kota Blitar.

Menurutnya, sejumlah kelurahan tersebut diperkirakan berpotensi mengalami kekeringan lebih awal sehingga penempatan tandon dilakukan sebelum kondisi benar-benar darurat.

“Sejumlah kelurahan tersebut kami prediksi mengalami kekeringan lebih awal. Namun, sampai sekarang belum ada laporan mengenai krisis air bersih di masyarakat,” katanya.

Satu Kelurahan Disiapkan Satu Tandon

Tandon air disiapkan di titik-titik yang dinilai strategis untuk mendukung penyaluran air bersih apabila terjadi krisis.

Pada kondisi normal, setiap kelurahan rawan disiapkan satu unit tandon. Namun, jumlah tersebut dapat ditambah apabila dalam satu kelurahan terdapat lebih dari satu lokasi yang mengalami krisis air bersih.

“Setiap kelurahan kami siapkan satu tandon. Kalau ternyata ada lebih dari satu titik yang mengalami krisis air bersih, jumlah tandon akan kami tambah. Karena itu, kami mengusulkan tambahan tandon kepada provinsi,” jelas Agus.

Pola tersebut diharapkan membuat distribusi air bersih lebih cepat ketika masyarakat mulai membutuhkan pasokan tambahan.

Belum Punya Truk Tangki Air

Selain menambah tandon, BPBD Kota Blitar juga menyiapkan skema pemenuhan armada untuk dropping air bersih.

Agus mengatakan BPBD Kota Blitar hingga kini belum memiliki truk tangki air sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan distribusi air saat terjadi kekeringan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Pemadam Kebakaran (Damkar).

“Kami memang belum memiliki truk tangki air. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami berkoordinasi dengan DLH dan Damkar untuk meminjam armada tangki yang digunakan untuk dropping air bersih,” ujarnya.

Dengan penambahan tandon dan dukungan armada tangki dari lintas organisasi perangkat daerah, BPBD Kota Blitar berharap kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera dipenuhi apabila kekeringan mulai terjadi.

Langkah antisipasi tersebut dilakukan meski hingga pertengahan Agustus 2026 belum terdapat laporan krisis air bersih di Kota Blitar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.