TRIBUNNEWSMAKER.COM - Solo, Jawa Tengah, tak hanya dikenal sebagai kota budaya dan sejarah.
Kota ini juga menyimpan deretan kuliner tradisional yang telah melegenda.
Cita rasa khasnya membuat sejumlah makanan Solo tetap diburu hingga kini.
Mulai dari sajian berkuah, nasi gurih, hingga jajanan tradisional yang sederhana.
Baca juga: 5 Tempat Makan Malam dekat Sekaten Alun-alun Utara Solo, Ada Timlo Mbak Tiek dan Penyetan 45
Beberapa kuliner bahkan telah bertahan selama puluhan tahun dan diwariskan lintas generasi.
Keberadaannya menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Kota Bengawan.
Wisatawan pun tak lengkap rasanya berkunjung ke Solo tanpa mencicipi kuliner khasnya.
Ada timlo yang gurih, tengkleng kaya rempah, hingga cabuk rambak dengan cita rasa unik.
Berikut enam kuliner legendaris di Solo yang wajib masuk daftar kulineran Anda.
Timlo Sastro 1 menjadi salah satu nama yang sulit dipisahkan dari kuliner khas Solo.
Timlo merupakan hidangan berkuah bening yang biasanya berisi sosis Solo, telur, suwiran ayam, serta bagian ayam seperti hati dan ampela.
Kuahnya yang hangat dan gurih membuat timlo cocok disantap untuk sarapan maupun makan siang.
Timlo Sastro sendiri dikenal sebagai salah satu tempat makan timlo legendaris di Solo dan telah ada sejak 1950-an. Lokasinya kini berada di kawasan Jebres, Surakarta.
Bagi wisatawan yang baru pertama kali mencoba kuliner Solo, timlo bisa menjadi pilihan karena rasanya ringan tetapi tetap memiliki karakter khas.
Berikutnya ada nasi liwet yang menjadi salah satu makanan khas Solo dan cukup mudah ditemukan ketika berburu kuliner di kota ini.
Nasi liwet Solo memiliki cita rasa gurih karena dimasak dengan santan dan biasanya disajikan bersama sayur labu siam, areh, serta lauk seperti ayam suwir.
Tekstur nasi yang pulen berpadu dengan kuah dan lauk membuat makanan ini cocok disantap kapan saja.
Salah satu nama yang dikenal dalam kuliner nasi liwet Solo adalah Nasi Liwet Wongso Lemu yang sudah lama menjadi tujuan wisatawan maupun pencinta kuliner lokal.
Kuliner ini juga bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin merasakan makanan tradisional Solo dengan cita rasa yang sederhana tetapi mengenyangkan.
Pencinta kuliner berbahan dasar kambing jangan sampai melewatkan tengkleng ketika berkunjung ke Solo.
Tengkleng merupakan sajian berbahan tulang dan daging kambing yang dimasak dengan kuah berbumbu rempah.
Berbeda dari gulai yang umumnya memiliki kuah lebih kental, kuah tengkleng cenderung lebih encer dengan rasa gurih dan aroma rempah yang kuat.
Salah satu yang terkenal adalah Tengkleng Klewer Bu Edi yang berada di kawasan Pasar Klewer. Kuliner ini bahkan telah lama dikenal sebagai salah satu makanan khas Solo yang banyak diburu wisatawan.
Sensasi menikmati daging yang masih menempel di tulang menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta kuliner kambing.
Kalau ingin mencoba makanan Solo dengan tampilan yang sedikit berbeda, selat Solo bisa menjadi pilihan.
Kuliner ini kerap disebut sebagai perpaduan cita rasa Jawa dan pengaruh kuliner Eropa.
Dalam satu porsi, wisatawan bisa menemukan daging sapi, telur, kentang, wortel, buncis, dan sayuran lainnya yang disiram kuah berwarna cokelat dengan rasa manis-gurih.
Salah satu tempat yang bisa dipertimbangkan adalah Selat Solo Tenda Biru - Dr. Wahidin yang berada di Jalan Dr. Wahidin, Solo.
Selain itu, wisatawan juga bisa mencicipi Selat Vien's Pusat di kawasan Jalan Hasanudin.
Dengan isiannya yang cukup lengkap, selat Solo cocok disantap setelah puas berkeliling berbagai destinasi wisata di Kota Solo.
Tidak ingin makan berat? Saatnya berburu camilan khas Solo.
Serabi Notosuman menjadi salah satu pilihan yang populer dan cocok disantap sebagai camilan sekaligus oleh-oleh.
Serabi Solo memiliki tekstur lembut dengan aroma santan yang khas. Selain versi original, kini tersedia pula variasi rasa yang membuat jajanan tradisional ini semakin menarik bagi wisatawan.
Salah satu tempat yang cukup dikenal wisatawan adalah Mrs. Lidia’s Serabi Notosuman di Jalan Moh. Yamin.
Ada pula Serabi Khas Notosuman H. Oemar yang bisa menjadi pilihan ketika ingin membawa pulang serabi sebagai buah tangan.
Lokasi: Jalan A. Yani, Tegalharjo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta (Timur Gereja Santa Maria Regina Purbowardayan)
Jam buka: 06.00–09.00 WIB
Harga: Mulai Rp 7.000
Cabuk Rambak Mbah Min menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin berburu kuliner khas Solo sejak pagi.
Cabuk rambak disajikan dengan ketupat lembut dan siraman bumbu wijen yang gurih.
Selain cabuk rambak, tersedia pula wedang rempah yang dapat menjadi pendamping setelah sarapan.
Karena jam bukanya hanya sekitar tiga jam, wisatawan sebaiknya datang lebih pagi untuk mendapatkan kesempatan mencicipinya.
(TribunNewsmaker.com/Eri Ariyanto)