Bentrokan di USS Abraham Lincoln Diklaim Tewaskan 7 Tentara AS
Laksmi Anindita August 12, 2026 02:57 PM

Dilansir dari Press TV pada Rabu (12/8/2026), insiden tersebut disebut bermula ketika seorang penasihat Komandan Komando Pusat AS atau CENTCOM Brad Cooper naik ke USS Abraham Lincoln untuk menanggapi keluhan personel mengenai lamanya masa penugasan kapal.

Keluhan mengenai panjangnya masa penugasan juga sebelumnya disampaikan oleh sejumlah keluarga personel yang bertugas di kapal induk tersebut. USS Abraham Lincoln dilaporkan menjalani penugasan yang berlangsung jauh lebih lama dari jadwal awal.

Kondisi tersebut disebut memunculkan kekhawatiran mengenai kelelahan, fasilitas kapal, moral awak, serta ketidakjelasan waktu kepulangan.

Baca juga: Trump Diam-diam Dipindahkan dari Air Force One, Naik Truk Katering

Menurut laporan media Iran, kedatangan penasihat tersebut di hadapan para personel kapal mendapat respons negatif. Situasi kemudian disebut berkembang menjadi konfrontasi antarawak.

Laporan yang sama menyebut bentrokan tersebut menyebabkan tujuh personel meninggal dunia. Namun, informasi mengenai jumlah korban maupun kronologi lengkap kejadian tersebut belum mendapatkan konfirmasi dari otoritas Amerika Serikat.

Sementara itu, sejumlah laporan terpisah memang menyebut adanya persoalan terkait kondisi awak USS Abraham Lincoln setelah menjalani penugasan panjang. Keluarga personel dilaporkan menyampaikan kekhawatiran mengenai kelelahan, kondisi fasilitas, serta ketidakjelasan waktu kepulangan kapal.

Baca juga: Qatar Ungkap Negosiasi Iran-Oman soal Selat Hormuz Masuk Tahap Lanjut

USS Abraham Lincoln merupakan kapal induk kelas Nimitz yang menjadi bagian dari kekuatan Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal tersebut saat ini menjadi salah satu unsur penting dalam operasi militer AS di kawasan Timur Tengah.

Dengan belum adanya konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat, informasi mengenai dugaan bentrokan dan tujuh korban meninggal tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut. Perkembangan mengenai insiden ini juga masih menunggu keterangan dari otoritas militer AS. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.