MILH Diproyeksi Serap 6.000 Tenaga Kerja, Gubernur Maluku: Jadi Penggerak Ekonomi Baru Maluku
Ode Alfin Risanto August 12, 2026 03:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM -  Pembangunan Maluku Integrated Logistic Hub (MILH) diproyeksikan tidak hanya mendorong aktivitas pelabuhan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memicu pertumbuhan kawasan ekonomi baru di Maluku.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyebut mega proyek tersebut berpotensi menyerap sekitar 5.000 hingga 6.000 tenaga kerja baru.

Hal itu disampaikan Lewerissa usai mengikuti rapat koordinasi bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, jajaran deputi, dan perwakilan Bank Dunia di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Baca juga: Korban Kebakaran Passo Dapat Bantuan Makanan Siap Saji dari Dinsos Ambon Selama 3 Hari

Baca juga: Jadwal kapal Pelni Makassar - Kupang: 14 dan 18 Agustus 2026, Transit di Maumere

Menurut Lewerissa, MILH tidak dapat dipandang hanya sebagai proyek pembangunan pelabuhan. Proyek tersebut dirancang sebagai kawasan industri dan logistik terpadu dengan pelabuhan sebagai infrastruktur utamanya.

“Bagi Maluku, ini bukan semata-mata pelabuhan. Ini adalah pembangunan kawasan di mana pelabuhan integrasi itu menjadi core infrastructure atau infrastruktur utamanya,” tegas Hendrik.

Dengan konsep tersebut, dampak ekonomi MILH diharapkan tidak hanya berasal dari aktivitas bongkar muat kapal. Pertumbuhan kawasan di sekitar MILH juga diproyeksikan memunculkan berbagai aktivitas usaha baru yang membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Pembangunan infrastruktur pelabuhan dan kawasan ini akan menyerap tenaga kerja yang banyak. Ada sekitar 5.000 hingga 6.000 tenaga kerja baru yang diserap, karena ini bukan sekadar pelabuhan, tetapi kawasan ekonomi sekitarnya juga turut berkembang,” sebut Gubernur.

MILH Jadi Penggerak Ekonomi Maluku

Hendrik menempatkan MILH sebagai salah satu penggerak utama ekonomi (prime economic mover) Maluku, berdampingan dengan proyek strategis nasional lainnya, termasuk pengembangan Blok Masela.

Menurutnya, realisasi kedua proyek besar tersebut berpotensi membawa perubahan signifikan terhadap struktur perekonomian Maluku.

“Bagi Pemerintah Provinsi Maluku, Maluku Integrated Logistic Hub ini menjadi semacam penggerak utama ekonomi (prime economic mover), sama seperti Blok Masela. Dengan adanya dua proyek besar ini yang terealisasi di Maluku, maka diharapkan transformasi Maluku menuju Maluku yang lebih maju dan sejahtera dapat tercapai,” ungkapnya.

Optimisme terhadap pembangunan MILH semakin menguat setelah Bank Dunia menyatakan komitmen untuk mendukung pembangunan infrastruktur proyek tersebut.

Kepala Bappeda Maluku Anton Leilossa mengatakan, Bappenas telah merekomendasikan kepada Bank Dunia untuk segera memulai kajian-kajian terkait pembangunan MILH.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, proyek MILH ditargetkan mulai memasuki tahap pengerjaan atau groundbreaking pada 2027 mendatang.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.