Jejak Udin Diabadikan, Aula PWI DIY Kini Bernama Fuad Muhammad Syafruddin
Hari Susmayanti August 12, 2026 03:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Upaya menjaga ingatan terhadap wartawan Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin, memasuki babak baru.

Tiga puluh tahun setelah kepergiannya, nama Udin akan diabadikan di lingkungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY.

Aula PWI DIY di Jalan Gambiran 45, Yogyakarta, akan resmi menggunakan nama Fuad Muhammad Syafruddin. Peresmian tersebut menjadi salah satu agenda peringatan 30 tahun wafatnya Udin pada Jumat (14/8/2026).

Namun, pemberian nama aula bukan sekadar bentuk penghormatan.

Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian ikhtiar Tim Adhoc Pengusulan Wartawan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional.

Ketua Tim Adhoc Udin, Ki Bambang Widodo, dijadwalkan menyampaikan laporan mengenai perkembangan kerja tim sebelum peresmian dilakukan Ketua PWI DIY, Drs. Hudono, S.H.

Selain mengabadikan nama Udin di kantor organisasi pers, tim juga akan memasang tetenger di makam Udin di Trirenggo, Bantul.

Keputusan mengenai dua langkah tersebut sebelumnya dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Adhoc Udin di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) pada 23 Juni 2026.

Baca juga: Tak Banyak Kendala, 7 Pemain Asing Baru PSS Sleman Mulai Terbiasa dengan Cuaca Yogyakarta

Keduanya dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat rekam jejak Udin dalam proses pengusulan sebagai Pahlawan Nasional.

Udin merupakan wartawan Bernas sekaligus anggota PWI dengan nomor 13.00.3794.92.M.VI.

Namanya tetap dikenang di kalangan insan pers Yogyakarta meski tiga dekade telah berlalu sejak kematiannya.

Dalam peringatan kali ini, Tim Adhoc tidak hanya mengundang jajaran internal PWI DIY.

Dewan Penasehat, Dewan Pakar, pengurus dan anggota PWI DIY, pejabat pemerintah, serta organisasi kemasyarakatan yang berkaitan dengan proses pengusulan Udin juga diundang.

Kepala Dinas Kominfo DIY Hari Edi Tri Wahyu Nugroho dan Kepala Dinas Sosial DIY Suyarno dijadwalkan memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut.

Dari rangkaian kegiatan ini, perjuangan mengusulkan Udin sebagai Pahlawan Nasional diharapkan tidak berhenti sebagai agenda peringatan.

Pengabadian namanya di aula PWI dan pemasangan tetenger di makam menjadi penanda bahwa proses tersebut tengah berjalan.

Bagi insan pers Yogyakarta, upaya ini juga menjadi cara untuk merawat ingatan tentang perjalanan Udin sebagai wartawan sekaligus menempatkan kisahnya dalam sejarah pers Indonesia. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.