TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mengakibatkan meningkatkan kejadian kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Kabupaten Inhu.
Berdasarkan data dari Manggala Agni, luasan lahan yang terbakar di Kabupaten Inhu selama bulan Juli 2026 meningkat bila dibandingkan bulan Juni 2026.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian mengungkapkan luas lahan yang terbakar di bulan Juli 2026 mencapai 98,3 hektare, yang terdiri dari 54,8 hektare lahan mineral dan 43,5 hektare lahan gambut. Sementara itu, bila dibandingkan dengan data di Bulan Juni 2026, luas lahan yang terbakar di Kabupaten Inhu seluas 80,7 hektare, yang terdiri dari 42,3 hektare lahan mineral dan 38,4 hektare lahan gambut.
Diprediksi, luas lahan yang terbakar di Bulan Agustus semakin bertambah. Hal ini dikarenakan Karlahut yang terjadi di Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu. "Pemadaman di Desa Sungai Guntung Hilir sudah brlangsung selama 9 hari," ujar Ferdian, Rabu (12/8/2026).
Untuk data sementara, estimasi luas lahan yang terbakar di Desa Sungai Guntung Hilir mencapai kurang lebih 50 hektare. Dari total luas lahan yang terbakar, baru 10 hektare yang berhasil dipadamkan oleh tim gabungan hingga hari kesembilan.
Sebaran api di lokasi Karlahut di Desa Sungai Guntung Hilir mencapai 3 kilometer. Selain itu, petugas juga menghadapi sejumlah tantangan, diantaranya keringnya sumber air, dan padatnya bahan bakar karena lokasi tersebut merupakan lahan gambut yang ditumbuhi semak serta tanaman sawit.
Tim gabungan juga dibantu oleh water bombing untuk melakukan pemadaman di Desa Sungai Guntung Hilir. Selain itu, ada juga alat berat yang diturunkan untuk membuat sekat api agar kebakaran tidak semakin meluas.
(Tribunpekanbaru.com/Bynton Simanungkalit)