TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemandangan memilukan itu masih terlihat jelas dari sebuah gang kecil di Desa Kedungasri, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, Rabu (12/8/2026).
Deretan rumah yang sebelumnya ramai aktivitas, kini rata dengan tanah.
Dua hari lalu, tepatnya Senin (10/8/2026) petang, kebakaran hebat melanda sembilan bangunan yang terdiri dari lima rumah dan empat bangunan kecil.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun warga terdampak mengalami kerugian materil dan moril.
Satu di antara yang terdampak ialah Khomsiyah.
Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Kendal Tebar 5.000 Benih Ikan di Embung
• Sensus Ekonomi di Kendal Capai 86 Persen, Pendataan 453 Ribu Usaha dan Rumah Tangga Dikebut
Wanita lansia ini terus menatap sisa bangunan rumahnya yang terbakar. Dari teras rumah tetangganya, Khomsiyah mengawali obrolannya dengan nada bergetar.
"Waktu itu sudah di jalan mau ke sawah panen tembakau, terus lihat asap hitam dari rumah langsung pulang," katanya.
Khomsiyah mengingat detik-detik ketika dia membuang sepeda onthel yang dibawanya karena panik.
Dengan keterbatasan kondisi fisiknya, dia berlari sekuat tenaga berusaha menyelamatkan cucunya yang waktu itu masih di dalam rumah.
"Saya teriak-teriak minta tolong. Alhamdulilah, cucu bisa saya bawa keluar dari rumah," tuturnya.
Dalam kebakaran tersebut, Khomsiyah tak bisa menyelamatkan seluruh harta maupun barang berharga lainnya, termasuk emas perhiasan yang disimpan.
"Sebagian perhiasan emas yang bisa diselamatkan, dokumen surat penting dan bibit bawang merah ludes. Tidak tahu berapa kerugiannya," katanya.
Korban lain, Ahmad Dakirin mengatakan, dirinya sedang berada di sawah ketika kebakaran mulai melahap rumahnya. Dia kaget ketika melihat kepulan asap hitam dari sekitar rumahnya.
Tanpa pikir panjang, dia menghentikan aktivitasnya dan bergegas pulang ke rumah.
Setiba di rumah, dia sempat menyelamatkan sejumlah barang berharga termasuk motor serta lemari.
Belum selesai mengeluarkan barang-barang dari rumah, Dakirin terduduk lemas ketika api secara tiba-tiba membesar terkena hembusan angin.
"Yang bisa diselamatkan hanya itu, dokumen surat-surat lain hangus," sambungnya.
Kepala Desa Kedungasri, Heru Susanto menyebut, kebakaran diduga terjadi akibat korsleting arus listrik yang bermula dari rumah Sukirno. Rumah itu berada di sebelah barat rumah milik Dakirin.
"Diduga ada korsleting listrik yang memicu kebakaran," katanya.
Dia menambahkan, kebakaran tersebut menghanguskan total sembilan bangunan, dengan lima rumah di antaranya mengalami kerusakan 100 persen.
"Bangunan sisanya itu, masing-masing rumah ada bagian bangunan sendiri, nah itu juga ikut terbakar," imbuhnya.
Pihak desa hingga kini belum mengetahui secara detail total kerugian yang dialami korban. Pihaknya masih fokus untuk memulihkan kondisi psikis korban terdampak.
Selain itu, pihaknya juga telah membuka donasi yang ditujukan kepada siapapun yang ingin menyisihkan sebagian rezekinya kepada korban kebakaran.
"Kami sudah membangun posko, silakan yang mau bantu. Kami juga ajak siapapun yang punya jaringan minta bantuannya," terangnya.
• Penampilan Artis Ibukota Tutup Puncak HUT Kendal ke-421
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan, pihaknya siang ini akan memberikan bantuan kepada korban terdampak kebakaran tersebut.
Pihaknya bersama Baznas juga akan berupaya membantu pembangunan kembali rumah korban yang terdampak kebakaran.
"Nanti akan diasesmen dulu kerugiannya," sambungnya.
Bupati yang akrab disapa Tika berpesan agar warga memperhatikan instalasi listrik yang ada di rumah masing-masing.
"Saya berpesan kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama di musim kemarau ini potensi kebakaran meningkat," imbuhnya.
Musibah kebakaran tersebut turut menggugah sejumlah pihak ikut menggalang donasi. Di depan Pasar Galih Kecamatan Gemuh, warga menggelar musik dangdut.
Hasilnya nanti dikumpulkan untuk didonasikan kepada korban kebakaran di Desa Kedungasri.
Selain itu, para relawan SPPG di Kendal juga turut menyisihkan sebagian bahan pokok untuk program MBG didonasikan kepada para korban.
Koordinator SPPG Kendal, M Faris Maulana berharap bantuan tersebut bisa bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari.
"Kami memberikan donasi berupa bahan pokok makanan. Ada beras, telur, perlengkapan mandi, serta kesehatan," tandasnya. (*)