Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian (Irjen Kementan) Letjen TNI (Purn) Irham Waroihan meninjau langsung pelaksanaan program cetak sawah di Desa Banggoi Pancoran, Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku.
Irham bersama rombongan tiba di Bandara Kufar, Kecamatan Tutuk Tolu, pada Selasa (11/8/2026) pagi menggunakan pesawat Casa TNI AD sebelum menuju ke lokasi.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan sekaligus capaian program cetak sawah yang menjadi salah satu program pemerintah dalam mendukung swasembada pangan.
"Kedatangan saya ke SBT dalam rangka melaksanakan pengawasan dan meninjau secara langsung capaian program cetak sawah yang menjadi target di Kabupaten Seram Bagian Timur," ujarnya.
Baca juga: MILH Diproyeksi Serap 6.000 Tenaga Kerja, Gubernur Maluku: Jadi Penggerak Ekonomi Baru Maluku
Baca juga: Tim Pengabdian UNY Gelar Pelatihan Public Speaking Demi Tingkatkan Kepercayaan Diri Siswa
Dalam peninjauan tersebut, sejumlah persoalan yang ditemukan di lapangan turut menjadi perhatian.
Diantaranya, kebutuhan irigasi, jalan usaha tani, status lahan hingga program listrik masuk sawah juga menjadi bagian yang perlu ditindaklanjuti.
"Adapun beberapa hal yang menjadi kendala di lapangan, khususnya terkait irigasi, jalan usaha tani, status lahan, serta program listrik masuk sawah, perlu segera dilakukan koordinasi dan sinergi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait," bebernya.
Sementara itu, Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri mengakui, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi tantangan, terutama akibat musim kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air dan sistem irigasi.
Pemerintah daerah, kata Fachri, telah menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah pusat dan berharap dapat segera ditindaklanjuti.
Namun, pihaknya tetap berupaya menjaga produktivitas pertanian dengan mengoptimalkan sumber-sumber air yang masih tersedia.
" Kabupaten SBT mendapatkan alokasi program cetak sawah seluas 1.362 hektare. Sejauh ini program yang telah dilaksanakan berjalan cukup baik, hanya saja beberapa bulan terakhir kita dihadapkan dengan kondisi musim kemarau," tutupnya.(*)