Pemkab Beltim Gandeng Pemkot Semarang Pasok Pangan untuk Tekan Inflasi Daerah
Hendra August 12, 2026 05:38 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur menjalin kemitraan strategis bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Jawa Tengah.

Sinergi tersebut terlihat dari penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Sinergi Pengendalian Inflasi Daerah yang berlangsung di Hotel Padma Semarang, Selasa (11/8/2026).

Dokumen kerja sama ditandatangani secara langsung oleh Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, bersama Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.

Fokus utama PKS ini menyasar pada penguatan rantai pasokan (supply chain), percepatan distribusi, serta stabilitas harga komoditas pangan strategis di kedua wilayah.

Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, mengungkapkan bahwa Belitung Timur sebagai wilayah kepulauan kerap menghadirkan dinamika tersendiri dalam menjaga stok pangan.

Oleh karena itu, langkah membangun konektivitas perdagangan antar daerah menjadi kunci utama untuk meredam potensi gejolak harga yang kerap memicu inflasi tinggi.

"Kita ingin masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau. Karena itu, pasokan dan distribusi harus kita perkuat melalui kerja sama antardaerah," ujar Kamarudin dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).

Dalam kesepakatannya, kedua pemerintah daerah berkomitmen untuk saling terbuka dalam pertukaran data, teknologi produksi pertanian, hingga pemantauan harga serta stok pangan secara real-time.

Kemitraan ini juga bakal mendorong optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor pangan di masing-masing wilayah sebagai juru tampung sekaligus distributor utama.

Sektor kelembagaan petani lokal turut menjadi perhatian melalui pengembangan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) di Kabupaten Belitung Timur.

Selain itu, kedua belah pihak sepakat memperluas akses pasar melalui pengelolaan Kedai Pengendali Inflasi serta Kios Pangan yang terintegrasi di lapangan.

Kamarudin pun menegaskan, kesepakatan ini tidak boleh berhenti sekadar sebagai seremonial penandatanganan berkas di atas meja.

"Harapan kita semua tentunya, ini bukan hanya kerja sama di atas kertas. Ke depannya akan ada perdagangan yang lebih kuat, distribusi lebih lancar, petani punya pasar, dan masyarakat Kabupaten Beltim mendapatkan pangan dengan harga yang wajar," katanya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.