Pembongkaran Makam Sutrimo: Keluarga Tak Hadir, Kondisi Jenazah saat Diangkat Akhirnya Terungkap
jonisetiawan August 12, 2026 05:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Suasana di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, Jawa Tengah, mendadak menjadi perhatian pada Rabu (12/8/2026). Sebuah makam yang baru beberapa pekan lalu menjadi tempat peristirahatan terakhir Sutrimo kembali dibuka.

Bukan tanpa alasan. Pembongkaran makam atau ekshumasi tersebut dilakukan untuk membantu mengungkap penyebab kematian Sutrimo yang hingga kini masih menyisakan sejumlah pertanyaan.

Proses ekshumasi berlangsung tertutup dan melibatkan tim gabungan kepolisian bersama dokter forensik. Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan baru selesai sekitar pukul 13.00 WIB.

Selama proses berlangsung, kawasan pemakaman menjadi lokasi pemeriksaan yang dilakukan secara hati-hati. Jenazah Sutrimo kemudian diangkat dari liang lahat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis forensik.

Baca juga: Pihak Febrie Adriansyah Bantah Terlibat dengan Kematian Sutrimo, Sebut Si Karumga Sudah Lama Sakit

Pengacara Keluarga Hadir Mewakili Sutrimo

Keluarga Sutrimo memilih tidak hadir secara langsung dalam proses ekshumasi tersebut. Namun, pihak keluarga tetap memberikan kuasa kepada pengacaranya untuk menyaksikan jalannya proses pembongkaran makam.

Pengacara keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, hadir di lokasi dan mengatakan dirinya datang untuk mewakili pihak keluarga.

"Hari ini saya datang mewakili keluarga, karena keluarga tidak menghadiri ekshumasi," kata Aan di sela ekshumasi, Rabu.

Aan menjelaskan, dirinya sempat menyaksikan ketika jenazah Sutrimo diangkat dari dalam liang lahat untuk selanjutnya menjalani proses otopsi.

Momen tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian pemeriksaan. Menurut Aan, kondisi jenazah ketika diangkat masih relatif utuh.

"Tadi saya datang posisi jenazah mau diangkat ke atas. Saya sempat melihat kondisi jenazah utuh, masih dalam kondisi baik, hanya di bagian perut sedikit membesar," ujar Aan.

Pemeriksaan forensik selanjutnya diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih jelas mengenai kondisi Sutrimo sebelum meninggal dunia.

SUTRIMO TEWAS - Tangkapan layar rekaman video CCTV saat Sutrimo tiba di Rumah Sakit Muhammadiyah
SUTRIMO TEWAS - Tangkapan layar rekaman video CCTV saat Sutrimo tiba di Rumah Sakit Muhammadiyah (Tribun Trends/TribunnewsBogor)

Keluarga Ingin Penyebab Kematian Terungkap

Ekshumasi dilakukan bukan sekadar untuk membuka kembali makam. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mencari kepastian mengenai penyebab kematian Sutrimo.

Pihak keluarga, menurut Aan, memilih memberikan kesempatan kepada tim dokter forensik untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Keluarga juga disebut tidak keberatan dengan pembongkaran makam karena informasi mengenai kematian Sutrimo selama ini dinilai masih simpang siur.

"Pada prinsipnya keluarga menyerahkan hasil pemeriksaan pada tim dokter forensik untuk menentukan penyebab kematian Sutrimo," kata Aan.

"Keluarga mengizinkan ekshumasi karena informasinya simpang siur. Jadi ekshumasi dilakukan untuk menentukan kepastian penyebabnya apa," jelasnya.

Dengan adanya pemeriksaan tersebut, keluarga berharap berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat dapat memperoleh jawaban berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan proses hukum, bukan berdasarkan dugaan.

Baca juga: Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Buka Suara Soal Status Sutrimo & Sosok Pengantar Jasad ke Rumah Sakit

Polisi Sebut Ekshumasi Bagian dari Penyidikan

Proses ekshumasi makam Sutrimo juga dikonfirmasi oleh Polda Metro Jaya. Kepolisian menyebut pembongkaran makam merupakan bagian dari proses penyidikan atas laporan mengenai kematian Sutrimo.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan terdapat dua laporan masyarakat yang berkaitan dengan kasus tersebut.

"Ada dua laporan masyarakat, yang pertama di Bareskrim, yang kedua laporan keluarga almarhum di Polresta Banyumas," kata Budi saat konferensi pers di area pemakaman Sutrimo, Rabu.

Keterangan tersebut menunjukkan bahwa perkara kematian Sutrimo kini tengah menjadi bagian dari proses hukum yang melibatkan sejumlah pihak dan lembaga kepolisian.

Hasil pemeriksaan forensik nantinya menjadi salah satu bagian penting dalam proses penyidikan untuk mengetahui lebih jauh kondisi jenazah serta kemungkinan penyebab kematiannya.

Sutrimo Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Jakarta

Sebelum makamnya dibongkar, Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di depan sebuah klinik di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis (23/7/2026) pagi.

Sutrimo kemudian sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Sutrimo kemudian dibawa menuju kampung halamannya di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas.

Pada malam hari di tanggal yang sama, Kamis (23/7/2026), jenazah Sutrimo tiba di kampung halaman dan langsung dimakamkan.

Namun, beberapa hari setelah pemakaman, muncul laporan mengenai kematian Sutrimo yang kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Keluarga Sutrimo secara resmi melaporkan kasus kematian tersebut pada Sabtu (8/8/2026) malam.

Laporan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar dilakukannya proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

KASUS SUTRIMO - Petugas penggali kubur disemprot cairan disinfektan saat ekshumasi makam Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026). (KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAIN)

Ekshumasi Jadi Titik Penting Pengungkapan Kasus

Pembongkaran makam pada Rabu siang menjadi salah satu tahapan penting dalam penanganan kasus kematian Sutrimo.

Kini, perhatian tertuju pada hasil pemeriksaan dokter forensik. Temuan medis dari proses tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi Sutrimo dan penyebab kematiannya.

Keluarga sendiri telah menyatakan menyerahkan proses pemeriksaan kepada tim dokter forensik.

Di tengah berbagai informasi yang berkembang, proses hukum menjadi jalan untuk memastikan fakta berdasarkan bukti dan pemeriksaan resmi.

Dengan selesainya ekshumasi sekitar pukul 13.00 WIB, proses berikutnya adalah menunggu hasil pemeriksaan forensik yang akan menjadi bagian dari penyidikan kepolisian.

Untuk keluarga Sutrimo, hasil tersebut diharapkan menjadi jawaban atas pertanyaan yang selama ini masih menggantung: apa sebenarnya yang menyebabkan Sutrimo meninggal dunia?

Kini, kepastian penyebab kematian menjadi hal yang ditunggu, sementara seluruh proses penyidikan masih berjalan.

***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.