...data itu tentunya kita betul-betul diperhatikan security-nya

Sumedang (ANTARA) - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini memastikan keamanan data masyarakat dalam sistem digital perlindungan sosial (Perlinsos) menjadi perhatian pemerintah dengan melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Rini dalam kunjungan di Sumedang, Rabu, mengatakan sistem digital Perlinsos menggunakan data yang harus dijaga keamanannya sehingga aspek perlindungan data menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan digital pemerintah.

"Jadi ini kan kita juga menggunakan Satu Data Nasional (SSN) dan dari Komite Percepatan Transformasi Layanan Digital Pemerintah itu salah satu anggotanya adalah ada BSSN dan dijaga oleh BSSN yang memberikan data security," katanya.

Ia menegaskan pemerintah tidak hanya mengejar percepatan digitalisasi dalam pendataan Perlinsos, tetapi juga memastikan data masyarakat yang digunakan dalam sistem tersebut memiliki pengamanan.

"Jadi, data itu tentunya kita betul-betul diperhatikan security-nya," ujarnya.

Menurut Rini, pengamanan data menjadi penting seiring dengan semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan pemerintah, termasuk untuk memastikan ketepatan sasaran program perlindungan sosial.

Rini mengatakan digitalisasi Perlinsos memungkinkan proses pendataan dan verifikasi masyarakat dilakukan lebih cepat.

Selain itu, digitalisasi juga menyediakan bukti mengenai kelayakan penerima serta mekanisme sanggah sehingga masyarakat dapat mengetahui status pendataan dan memberikan keberatan apabila terdapat ketidaksesuaian.

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan keamanan dan akurasi data menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem digital Perlinsos di daerah.

Menurut Dony, data yang digunakan untuk menentukan penerima bantuan sosial harus terus diperbarui, diverifikasi dan diintegrasikan agar bantuan pemerintah tidak salah sasaran.

"Kita ingin memastikan tidak ada masyarakat yang berhak tetapi tidak mendapatkan pelayanan, dan tidak ada pula bantuan yang salah sasaran. Karena itu, data harus terus diperbarui, diverifikasi dan diintegrasikan," kata Dony.

Ia mengatakan Pemkab Sumedang akan terus mengembangkan digitalisasi Perlinsos dengan tetap mengedepankan keamanan data serta pelayanan yang mudah dan tepat sasaran bagi masyarakat.