Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Aceh periode 2026-2031 resmi dikukuhkan dan Prof Dr Bansu Irianto Ansari MPd dilantik sebagai Ketua oleh Ketua Umum APTISI Pusat, Prof Dr Ir H M Budi Djatmiko MSi MEI di Gedung Landmark BSI Aceh Lantai 8, Banda Aceh, Selasa (11/8/2026).
Pengukuhan pengurus tersebut dengan komitmen memperkuat kolaborasi perguruan tinggi swasta (PTS), pemerintah daerah, dan dunia industri untuk meningkatkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Aceh. Kegiatan juga dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertema “Merajut Kolaborasi antara PTS, Pemerintah Daerah dan Dunia Industri untuk Tingkatkan Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Tinggi Menuju Aceh Sejahtera”
Ketua Umum APTISI Pusat, Prof Dr Ir H M Budi Djatmiko MSi MEI mengatakan pendidikan merupakan fondasi utama kemajuan bangsa. Ia juga menilai PTS memiliki peran besar dalam menyediakan akses pendidikan tinggi sehingga perlu mendapatkan perhatian pemerintah pusat dan daerah. “Tidak ada satu bangsa maju jika tidak memperdulikan pendidikan,” tegas Prof Budi.
Menurutnya, perkembangan kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, dan teknologi harus disikapi dengan kesiapan beradaptasi. Dalam konteks Aceh, perkembangan tersebut juga harus berjalan bersama nilai agama, karakter, moral, dan nilai kemanusiaan. “Agama tetap menjadi pondasi,” pesannya.
Sementara itu, Prof Dr Rer Nat Ilham Maulana SSi menekankan pentingnya literasi dalam membangun sumber daya manusia berkualitas. Menurutnya, kemampuan membaca tidak hanya terbatas pada teks, tetapi juga memahami berbagai fenomena, perubahan, peluang, tantangan, lingkungan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat. “Membaca bukan yang tertulis saja, semua hal harus mampu dibaca,” jelas Prof Ilham.
Kepala BPSDM Aceh, Marthunis ST DEA mengatakan pendidikan tinggi membutuhkan kolaborasi antara PTS, pemerintah daerah, dan dunia industri. Perguruan tinggi membutuhkan dukungan pemerintah, sementara dunia industri membutuhkan lulusan sesuai kebutuhan dunia kerja dan pemerintah membutuhkan perguruan tinggi sebagai mitra dalam menghasilkan inovasi, penelitian, dan SDM.
Di sisi lain, Kepala LLDIKTI Wilayah XIII Aceh, Dr Ir Rizal Munadi MT MM turut mendorong transformasi digital di lingkungan PTS. Ia mengingatkan penerapan pembelajaran daring harus memiliki landasan dalam pedoman kurikulum dan berharap APTISI dapat membangun Learning Management System (LMS) yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh PTS.
Pembina APTISI Aceh, Dr Amiruddin Idris MSi mengajak seluruh PTS di Aceh saling mendukung untuk meningkatkan kualitas SDM dan kesejahteraan dosen serta tenaga pendidikan. “Saling bahu membahu sesama perguruan tinggi swasta di Aceh ini untuk menciptakan SDM berkualitas untuk Aceh. Kita bisa jika bersama,” pungkasnya.(*)
Baca juga: Kemenag Aceh Besar Piloting Pusaka Sakinah, Perkuat Ketahanan Keluarga dan Tekan Angka Perceraian