BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tradisi Rebo Kasan di Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka kembali digelar dengan penuh khidmat oleh masyarakat setempat, Rabu (12/8/2026).
Kali ini kegiatan Rebo Kasat dipusatkan di Masjid Baitul Islam Dusun Tamberran, Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang.
Ketua Pelaksana acara, Suyud, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat yang hadir. Menurutnya, Rebo Kasan merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk ikhtiar spiritual.
"Kegiatan ini rutin kita laksanakan setiap tahun. Rebo Kasan tahun ini merupakan hasil kesepakatan bersama, di mana kegiatan ini dilaksanakan tiga tahun sekali," kata Suyud.
Salah satu momen utama dalam rangkaian tradisi ini adalah pembacaan doa bersama, yang juga melibatkan penggunaan air wafaq atau air yang telah didoakan.
Air Wafaq memiliki makna simbolis sebagai ikhtiar untuk memohon perlindungan dari mara bahaya.
"Air wafaq ini merupakan air yang telah didoakan. Air ini kita gunakan sebagai bentuk ikhtiar, dengan harapan agar masyarakat terhindar dari mara bahaya dan dijauhkan dari segala penyakit serta musibah dengan seizin Allah SWT," ujarnya.
Lebih lanjut, mengungkapkan harapannya agar tradisi Rebo Kasan ini dapat terus dilestarikan oleh generasi mendatang, mengingat nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.
"Harapan kami, tradisi ini tetap terjaga dan dilestarikan oleh masyarakat. Kita berdoa semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya, dan semangat kebersamaan ini terus terpupuk," ucapnya.
Pemkab Bangkanmenyambut baik kegiatan tradisi yang memiliki manfaat positif bagi masyarakat, utamanya agar terus menjalin silaturahmi dan kebersamaan antar masyarakat.
"Ini adalah salah satu tradisi yang baik, kita duduk untuk makan bersama dan tidak ada perbedaan diantara kita.Mari kita jaga ini semua untuk membangun Bangka Belitung yang luar biasa dan modern," kata Plt. Sekda Asep Setyawan.
Lebih lanjut ia menyampaikan, tradisi adat Rebo Kasan tambahnya, merupakan bukti kekayaan intelektual komunal sudah terjalin dengan baik di Negeri Sepintun Sedulang Kabupaten Bangka.
"Dengan kekayaan keberagaman budaya dan kearifan lokal di Babel itu bukanlah sebagai faktor pembeda dan pemecah belah, tetapi sebagai wadah dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan antar sesama," ucapnya.
Kegiatan Rebo Kasan diisi dengan Salat berjamaah, dilanjutkan pembacaan Kitab Suci Al-Quran, Ceramah Agama, Doa bersama hingga makan bersama yang disiapkan panitia dalam Masjid.
Selain kegiatan Rebo Kasan, panitia juga melaksanakan peresmian Masjid Baitul Islam yang baru selesai di rehab dan menjadi pusat ibadah masyarakat.
(Bangkapos.com/Adi Saputra)