BANGKAPOS.COM -- Nama Rico Roberto Syah, pemuda asal Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, belakangan menjadi perhatian publik setelah kisah pernikahannya viral di media sosial.
Rico menjadi sorotan lantaran memberikan mahar yang tidak biasa kepada sang istri, Laella Nur Fadhilah (20).
Pernikahan keduanya berlangsung di Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, pada Sabtu (8/8/2026).
Jika umumnya mahar pernikahan diberikan dalam bentuk uang, emas, atau barang berharga lainnya, Rico justru menyerahkan sejumlah aset bernilai tinggi.
Mahar tersebut terdiri atas satu unit ekskavator, GWM Tank 300, Honda Brio, Vespa matik, serta sepeda motor trail.
Baca juga: Daftar HP Samsung Agustus 2026 di Indonesia, dari Rp1 Jutaan hingga Flagship
Dengan banyaknya aset yang diberikan, nilai mahar pernikahan Rico dan Laella diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Fenomena tersebut kemudian membuat banyak warganet penasaran dengan latar belakang Rico, termasuk mengenai keluarga dan sumber penghasilannya.
Rico diketahui merupakan putra dari Dwi Sri Astutik, Kepala Desa Karangrejo, Kecamatan Grobogan.
Informasi tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Ketro, Suwarsih.
"Mempelai pria anaknya Kades Karangrejo," kata Suwarsih, dikutip dari TribunJateng.com, Rabu (11/8/2026).
Dwi Sri Astutik mulai menjabat sebagai kepala desa pada 2023 setelah memenangkan pemilihan kepala desa.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 31 Desember 2025, Dwi Sri Astutik tercatat memiliki total kekayaan Rp2.252.100.000 setelah dikurangi utang.
Kekayaan tersebut mencakup tanah dan bangunan senilai Rp1.482.500.000, alat transportasi dan mesin Rp450.000.000, harta bergerak lainnya Rp399.000.000, serta kas dan setara kas Rp15.600.000.
Untuk aset tanah dan bangunan, Dwi Sri Astutik tercatat mempunyai beberapa bidang tanah di Kabupaten Grobogan.
Di antaranya tanah seluas 67 meter persegi senilai Rp50 juta, tanah seluas 2.386 meter persegi senilai Rp500 juta, serta tanah seluas 66 meter persegi dengan nilai Rp130 juta.
Ia juga memiliki dua bidang tanah yang masing-masing memiliki luas 890 meter persegi dengan nilai Rp400 juta. Selain itu, terdapat tanah dan bangunan seluas 96 meter persegi yang tercatat senilai Rp2,5 juta.
Pada kategori kendaraan, Dwi Sri Astutik melaporkan kepemilikan Toyota Hilux 2.4V Double Cabin 4x4 keluaran 2024 dengan nilai Rp450 juta.
LHKPN tersebut juga mencatat harta bergerak lainnya senilai Rp399 juta serta kas dan setara kas Rp15,6 juta.
Sementara kewajiban utang yang dimiliki tercatat sebesar Rp95 juta. Setelah dikurangi utang tersebut, total kekayaan Dwi Sri Astutik mencapai Rp2.252.100.000.
Rico Menjalankan Bisnis Alat Berat
Terlepas dari latar belakang keluarganya, Rico diketahui telah menjalankan usaha sendiri di bidang penyewaan alat berat.
Pemuda berusia 23 tahun tersebut mulai terjun ke bisnis rental alat berat sejak 2022.
Kondisi ekonomi keluarga Rico juga dibenarkan oleh Kapolsek Karangrayung AKP Sunarto.
"Pihak laki-laki memang sudah kaya dari dulu. Kita doakan saja semoga sakinah mawaddah warahmah," katanya, dikutip dari TribunJateng.com.
Rico mengaku pada awal menjalankan bisnis, dirinya masih menggunakan alat berat milik temannya untuk disewakan kepada pihak lain.
"Lulus kuliah itu selang setahun itu terus saya main alat berat, tapi masih punya teman. Pinjam punya teman tak rentalke (sewakan) dapat untung sehari ya Rp200-Rp250 ribu kayak gitu."
"Terus dari situ lama-kelamaan saya punya pikiran buat beli sendiri," katanya.
Seiring berjalannya waktu, Rico kemudian mendapat dukungan modal dari ayahnya.
Modal tersebut digunakan untuk membeli ekskavator yang kemudian diberikan sebagai salah satu mahar dalam pernikahannya.
Meski sudah menjadi bagian dari mahar, Rico berencana tetap memanfaatkan ekskavator tersebut sebagai aset produktif dengan menyewakannya.
"Pastinya untuk kerja lagi nanti buat kerja penghasilan buat istri," tegasnya.
Laella Kaget Mendapat Mahar Ekskavator
Laella Nur Fadhilah mengaku tidak menduga akan menerima mahar berupa alat berat dalam pernikahannya dengan Rico.
Menurutnya, mahar tersebut terasa berbeda dibandingkan pemberian yang umumnya diterima pengantin perempuan.
"Rada kaget sih ya, karena beda gitu ya dari yang lain. Tapi, perasaannya pasti senang ya."
"Semua orang kalau diusahakan juga pasti senang kan. Saya senang bahagia juga," katanya, dikutip dari kanal YouTube KompasTV.
Pernikahan Rico dan Laella pun menjadi perhatian luas karena mahar berupa ekskavator dan sejumlah kendaraan tersebut terbilang tidak lazim. Di balik kemewahan itu, Rico diketahui telah memiliki usaha penyewaan alat berat yang menjadi salah satu sumber penghasilannya.