Robo-Robo 2026 Libatkan 5 Ribu Saprahan, Satarudin Dorong Pecahkan Rekor MURI Tahun Depan
Rivaldi Ade Musliadi August 12, 2026 04:30 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Satarudin, mendorong agar tradisi budaya Robo-Robo di Kota Pontianak terus dikembangkan dan dikemas secara lebih megah.

Menurutnya, tradisi tahunan ini tidak hanya merupakan bagian penting dari pelestarian kearifan lokal Melayu Kalimantan Barat, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi agenda pariwisata berskala nasional.

Satarudin mengapresiasi tinggi semarak pelaksanaan Robo-Robo tahun 2026 yang berhasil melibatkan sekitar 5.000 makan saprahan dari berbagai lapisan masyarakat.

Jumlah tersebut, kata dia, menjadi bukti nyata tingginya partisipasi dan antusiasme warga Kota Pontianak dalam merawat serta menjaga tradisi leleluhur secara turun-temurun.

"Yang jelas ini kan kearifan lokal yang dilaksanakan oleh warga Kota Pontianak dalam kegiatan Robo-Robo. Tentu dalam hal ini Pemerintah Kota Pontianak harus hadir memberikan dukungan penuh," ujar Satarudin saat diwawancarai oleh Tribunpontianak.co.id, Rabu 12 Agustus 2026.

Minta Panitia Targetkan Rekor MURI Tahun Depan

Melihat potensi luar biasa dari antusiasme masyarakat tersebut, Satarudin menilai pelaksanaan tradisi Robo-Robo pada tahun mendatang harus ditingkatkan kelasnya.

Ia mendorong panitia penyelenggara untuk menjalin kolaborasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) di Kota Pontianak guna merancang agenda pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

"Bila perlu tahun depan kita minta kepada panitia untuk melakukan rekor MURI. Bagaimana ini kan harus berkolaborasi dengan stakeholder yang ada di Kota Pontianak," tegas Satarudin.

• Warga Malaysia Terpukau Robo-Robo Mempawah, Kagum Lihat Gotong Royong dan Saprahan 1.000 Ketupat

Ia meyakini, dengan kolaborasi antara Pemkot Pontianak, para tokoh budaya, pihak swasta, hingga komunitas masyarakat, target menggelar makan saprahan terbesar dapat dicapai dengan mudah.

Ia bahkan mematok target bahwa partisipasi makan saprahan pada pesta budaya Robo-Robo berikutnya bisa melonjak dua hingga tiga kali lipat dari pencapaian tahun ini.

DPRD Siap Kucurkan Dukungan Penuh

Satarudin menegaskan bahwa jajaran DPRD Kota Pontianak siap mendukung penuh dari sisi kebijakan maupun penganggaran apabila gagasan pemecahan rekor MURI tersebut benar-benar direalisasikan.

Inisiasi ini dinilainya tidak sekadar mengejar gengsi rekor, melainkan sebagai langkah strategis untuk mempromosikan destinasi wisata budaya Kota Pontianak ke tingkat nasional hingga internasional.

"Yang jelas kami di DPRD akan dukung ini kalau memang ingin melakukan pemecahan rekor MURI di Kota Pontianak. Kalau tahun ini lima ribu saprahan, tahun depan bisa ditingkatkan jadi 10 ribu atau 15 ribu saprahan," ungkapnya optimistis.

Menjaga Tradisi Budaya dan Dongkrak Ekonomi Lokal

Tradisi makan saprahan dalam budaya Melayu sendiri mengandung makna filosofis yang sangat mendalam, yaitu simbol kebersamaan, kesetaraan, rasa syukur, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga tanpa memandang status sosial.

Satarudin berharap, pengemasan kegiatan Robo-Robo yang lebih masif dan terstruktur di tahun-tahun mendatang tidak hanya berdampak pada kelestarian adat budaya Melayu saja.

Lebih dari itu, event berskala besar dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor kuliner tradisional, serta jasa pariwisata di Kota Pontianak. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.