Update Kebakaran TNBTS Capai 921,42 Hektare, Seluruh Akses Wisata Ditutup
Wiwit Purwanto August 12, 2026 04:32 PM

 

 
SURYA.CO.ID MALANG - Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih berlangsung hingga Rabu (12/8/2026). Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 921,42 hektare, dengan bara api masih terpantau di sejumlah wilayah.

Kebakaran yang bermula dari Blok Bantengan tersebut meluas hingga wilayah Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo. Petugas gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman melalui operasi udara dan darat di tengah kondisi angin kencang.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan penanganan kebakaran terus dimaksimalkan. Ia berharap upaya pemadaman dapat segera mengendalikan api.

"Kemarin saya update ke Pak Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memaksimalkan (penanganan, red.) hari ini, mudah-mudahan bisa selesai," kata Khofifah saat menghadiri peringatan Hari Veteran Nasional 2026 di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (12/8/2026).

Baca juga: Kebakaran Hutan Bromo Menjalar Dekati Pemukiman, Angin juga Dorong Api ke Padang Savana Pasuruan

Ia menjelaskan dampak luasan arena kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bromo tidak bisa dihindari. Sebab, kondisi cuaca angin kencang mengakibatkan api cepat merembet. Di sisi lain, kondisi cuaca juga menjadi kendala bagi petugas untuk memadamkan api.

Khofifah menyebutkan, heli dari BNPB sebanyak dua unit yang berkapasitas 4.000 liter dan 1.000 liter, serta bantuan heli dari Abdulrachman Saleh telah dikerahkan. Bahkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyewa heli dari Jawa Tengah.

"Harapan dari BNPB pemadaman secepat mungkin bisa dikendalikan sehingga dua heli perbantuan itu bisa digunakan untuk memadamkan di provinsi lainnya," sambungnya.

Luas Kebakaran Capai 921,42 Hektare

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan, berdasarkan laporan kemarin malam total lahan yang terbakar sekitar 921,42 hektare. Data tersebut terus berkembang seiring luas lahan yang terbakar.

"Prakiraan luas lahan yang terbakar totalnya sekitar 921,42 hektare dengan jenis vegetasi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar," kata Sadono, Rabu (12/8/2026).

Baca juga: Kisah Manggala Agni Berjibaku Padamkan Api Bromo, Sempat Tersesat di Lereng Gunung 

Sampai saat ini, petugas gabungan dari segala unsur masih terlibat untuk memadamkan api. Hari ini, petugas akan melanjutkan upaya penanganan melalui operasi udara dan darat.

Pada pelaksanaan operasi udara, petugas gabungan akan melakukan water bombing menggunakan heli. Total air untuk bombing sampai hari ini sebanyak 205.800 liter.

Sementara, pada pelaksanaan operasi darat, petugas membuat sekat bakar serta pembasahan sisa bara api yang terjangkau dengan mobil tangki milik TNBTS, BPD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang.

"Area batas wilayah Kabupaten Malang sudah tidak ada bara api. Bara api masih terpantau di wilayah Probolinggo dan Penanjakan Pasuruan," jelasnya.

Seluruh Akses Wisata TNBTS Ditutup

Akibat kebakaran yang semakin meluas, pihak Balai Besar TNBTS menutup seluruh akses masuk kawasan wisata.

Penutupan berlaku dari Cemorolawang Kabupaten Probolinggo, Wonokitri Kabupaten Pasuruan, Pos Jemplang dan Coban Trisula Kabupaten Malang, serta Senduro Kabupaten Lumajang.

"Penutupan mulai diberlakukan sejak Sabtu (8/8/2026) sekira pukul 22.00 WIB sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, kebakaran mulai terjadi kemarin Senin (3/8/2026). Titik api bermula dari wilayah Blok Bantengan. Api membakar vegetasi cemara gunung, mentigen, akasia dan semak belukar. (ISN)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.