TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN– Aliran sungai di Desa Jelarai Hulu, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara menyimpan kenangan tak terlupakan bagi Ismail (45). Bermodalkan insting dan pengalamannya bertahun-tahun sebagai nelayan lokal, pria ini menjadi sosok yang akhirnya menemukan jasad DF (9), bocah kelas 4 SDN 004 Tanjung Selor yang hilang tenggelam sejak Selasa (11/8/2026) sore.
Rabu (12/8/2026) siang, dengan perahu ketinting kayu sederhana, armada yang sehari-hari menjadi tumpuannya mengais rezeki mencari ikan dan udang, Ismail dengan penuh semangat ikut serta menyisir Sungai Desa Jelarai Hulu bersama Tim SAR Gabungan.
Siapa sangka, perahu kecil yang biasanya diisi jaring jala ikan serta hasil tangkapan itu justru menjadi saksi bisu momen memilukan di tengah sungai dengan warna air kecoklatan.
Baca juga: Bocah 9 Tahun yang Tenggelam di Sungai Jelarai Bulungan, Baru Pertamakali Berenang di Sungai
Ismail yang biasa memberikan fokus pandangannya untuk melihat gerombolan udang dan ikan di sungai kini mendadak tertuju pada satu titik mencurigakan di perairan Jelarai.
Tepat di antara pusaran air atau masyarakat setempat biasa menyebutnya limbu tampak bayangan sosok bocah dengan celana pendek mengapung tak berdaya.
Ismail tak pernah mengenal atau bertemu dengan DF sebelumnya. Namun siang itu, takdir alam mempertemukan keduanya dalam suasana yang mengharu biru. Tubuh bocah 9 tahun yang dicari-cari oleh warga dan petugas SAR gabungan sejak kemarin sore, ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa.
Perasaan haru dan duka mendalam langsung membuncah. Pria 45 tahun itu mengaku tak kuasa menahan gejolak emosi saat mata kepalanya sendiri menyaksikan tubuh bocah kelas 4 SD tersebut mengapung di pusaran air.
"Jujur saya gemetaran saat pertama kali melihat jasad korban sudah terapung di situ. Takut, kasihan, dan campur aduk rasanya," tutur Ismail mengingat detik-detik menegangkan di atas ketintingnya.
Baca juga: Bocah 9 Tahun Tenggelam di Sungai Jelarai Bulungan Ditemukan, Isak Tangis Iringi Kedatangan Jenazah
Dievakuasi Pakai Perahu Ketinting
Tanpa mengulur waktu, Ismail segera memberi informasi kepada Tim SAR Gabungan yang berada tak jauh dari posisinya. Tubuh kecil siswa sekolah dasar itu kemudian diangkat perlahan ke atas perahu ketinting milik Ismail yang bahkan masih lengkap dengan alat melautnya.
Dengan pelan dan penuh kehati-hatian, perahu ketinting yang membawa jasad DF mengarungi kembali aliran sungai menuju titik lokasi kejadian awal yang menjadi tempat keluarga dan warga menanti dengan cemas.
"Saya temukan didekat jembatan, mengapung di limbu. saya kesana karena saya berpikir siapa tahu dia terputar-putas sekitaran limbu situ kan," ungkapnya.
Dari titik TKP, jenazah DF langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Daerah Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor untuk mendapatkan penanganan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga yang diselimuti duka mendalam.
Pengalaman dan kepekaan Ismail terhadap alur serta pusaran air Sungai Jelarai akhirnya menyudahi pencarian panjang selama dua hari. Meski harus menyaksikan duka mendalam, aksi tanggap nelayan lokal ini bersama Tim SAR Gabungan memastikan DF dapat kembali ke pelukan keluarga untuk diantarkan ke peristirahatan terakhirnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu