Gubernur YSK Dorong BLK Sulawesi Utara Diperbaiki, Kemnaker Sepakat Percepat Optimalisasi
Frandi Piring August 12, 2026 06:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK) membawa persoalan ketenagakerjaan Sulut ke tingkat pemerintah pusat.

Gubernur YSK bertemu Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., untuk membahas kondisi tenaga kerja di Sulut, termasuk tingginya kebutuhan pelatihan bagi masyarakat pencari kerja.

Pertemuan digelar di Kantor Pusat Kemnaker RI, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 51, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur YSK menyampaikan masih banyak tenaga kerja yang belum terserap lapangan pekerjaan dan membutuhkan peningkatan keterampilan melalui program pelatihan.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap kondisi Balai Latihan Kerja (BLK) Bitung.

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus Komaling (YSK) bertemu Menteri Ketenagakerjaan 1
KUNKER YSK - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK) bertemu Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., di Kantor Pusat Kemnaker RI, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 51, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Gubernur ke-13 Sulut ini mengungkapkan, sejumlah fasilitas dan peralatan penunjang pelatihan di sembilan workshop BLK Bitung kondisinya sudah tidak memadai.

Sebagian peralatan disebut telah mengalami kerusakan dan tidak lagi mengikuti perkembangan teknologi yang dibutuhkan dunia industri.

Di sisi lain, animo masyarakat untuk mengikuti pelatihan di BLK masih sangat tinggi.

Kondisi tersebut membuat Gubernur YSK meminta dukungan lebih besar dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan.

“Kita punya banyak anak-anak muda yang ingin bekerja dan membutuhkan keterampilan. Karena itu, BLK harus benar-benar mampu menjawab kebutuhan mereka dan kebutuhan industri,” ujar YSK.

Menurut Gubernur YSK, penguatan BLK menjadi salah satu langkah penting dalam menekan angka pengangguran di Sulut.

Pelatihan yang diberikan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri sehingga lulusan BLK memiliki keterampilan yang benar-benar dibutuhkan pasar kerja.

“Jangan sampai kita melatih orang, tetapi setelah selesai tidak ada pekerjaan. Pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan sehingga mereka punya peluang untuk langsung bekerja,” katanya.

Usulan Gubernur YSK mendapat respons positif dari Menteri Ketenagakerjaan.

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus Komaling (YSK) bertemu Menteri Ketenagakerjaan 3
KUNKER YSK - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK) bertemu Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., di Kantor Pusat Kemnaker RI, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 51, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur Sulut yang dinilai menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan pengangguran. Sejumlah langkah kemudian disepakati.

Kementerian Ketenagakerjaan akan mempercepat optimalisasi BLK Minahasa Utara (Minut), termasuk penyelesaian infrastruktur dan penyediaan peralatan pelatihan.

BLK Minut ditargetkan sudah dapat beroperasi pada 2027.

Selain itu, pemerintah pusat akan menambah program pelatihan di BLK Bitung sekaligus membangun sinergi dengan BLK Minut.

Pemprov Sulut juga diminta memperkuat kerja sama dengan perusahaan-perusahaan industri untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja.

Dari data kebutuhan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan akan menyiapkan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Dukungan optimalisasi juga akan diberikan terhadap BLK yang berada di Sulawesi Utara.

Tak hanya persoalan pelatihan, pengawasan terhadap tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Sulut turut menjadi perhatian.

Pemprov Sulut diharapkan memastikan setiap TKA memenuhi ketentuan dan persyaratan sesuai aturan ketenagakerjaan.

Hal lainnya adalah memastikan keberadaan TKA memberikan manfaat bagi pekerja lokal, terutama melalui proses alih teknologi dan transfer pengetahuan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran Kementerian Ketenagakerjaan, mulai dari direktur jenderal, staf ahli hingga direktur terkait.

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus Komaling (YSK) bertemu Menteri Ketenagakerjaan 4
KUNKER YSK - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK) bertemu Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., di Kantor Pusat Kemnaker RI, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 51, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Sementara Gubernur YSK didampingi Asisten I, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sulut serta Kepala BLK Bitung.

Bagi GubernurYSK, dukungan pemerintah pusat menjadi bagian penting dalam membangun sistem pelatihan kerja yang lebih modern dan sesuai kebutuhan industri.

Dengan demikian, masyarakat Sulut tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke dunia kerja.

“Kita ingin masyarakat Sulawesi Utara punya keterampilan, punya kesempatan kerja dan pada akhirnya bisa hidup lebih sejahtera,” tegas Gubernur YSK. (Ren)

Baca juga: Gubernur YSK Diskusi bersama Asprov PSSI Sulut, Sepakat Perkuat Sepak Bola Bumi Nyiur Melambai

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.