Target 1.362 Hektare, Cetak Sawah SBT Baru Capai 610,65 Hektare, Kemarau Jadi Kendala
Ode Alfin Risanto August 12, 2026 06:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Program cetak sawah di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, telah mengerjakan lahan seluas 610,65 hektare hingga kini, Rabu (12/8/2026).

Capaian tersebut tersebar di sembilan desa yang menjadi lokasi program cetak sawah Kementerian Pertanian seluas 1.362 hektar.

Yakni delapan desa di Kecamatan Bula Barat dan satu desa di Kecamatan Werinama.

Baca juga: Positif Sabu, Kapolsek Leihitu Iptu La Ode Muhammad Yusdim Langsung Dipatsus

Baca juga: Waspada Wabah Ebola! di Negara RD Kongo Sudah Ada 2.061 Korban Meninggal Dunia

Dari sembilan lokasi tersebut, Desa Jakarta Baru, Kecamatan Bula Barat, mencatat capaian pekerjaan terbesar secara luasan, yakni 126,9 hektare.

Selanjutnya Desa Sumber Agung telah mengerjakan 121,1 hektare, Desa Waiketan Baru 96,5 hektare dan Desa Banggoi Pancoran sebanyak 94 hektare.

Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri mengatakan pelaksanaan program cetak sawah sejauh ini berjalan cukup baik.

Namun, kondisi musim kemarau dalam beberapa bulan terakhir menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keberlanjutan lahan yang telah dikerjakan.

"Kabupaten SBT mendapatkan alokasi program cetak sawah seluas 1.362 hektare. Sejauh ini program yang telah dilaksanakan berjalan cukup baik, hanya saja beberapa bulan terakhir kita dihadapkan dengan kondisi musim kemarau yang membuat persoalan irigasi dan ketersediaan air menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian," ujarnya.

Fachri mengatakan, pemerintah daerah telah menyampaikan persoalan irigasi tersebut kepada pemerintah pusat dan berharap dapat segera ditindaklanjuti melalui Kementerian Pertanian serta koordinasi dengan balai di tingkat provinsi.

Pemerintah daerah juga terus berupaya mengoptimalkan sumber-sumber air yang masih tersedia untuk menjaga aktivitas pertanian di tengah kondisi kemarau.

"Kami juga telah menyampaikan kendala ini kepada Bapak Dirjen dan beliau sudah memberikan respons yang baik. Harapan kami, persoalan kendala irigasi ini dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Kementerian Pertanian dan melalui koordinasi dengan balai di tingkat provinsi," bebernya.

Meski menghadapi musim kemarau, sejumlah lahan pertanian di SBT mulai menunjukkan hasil. 

Sebelumnya, Pemkab SBT telah melaksanakan panen raya perdana padi sawah seluas lima hektare di Desa Aki Jaya, Kecamatan Bula Barat.

Fachri menegaskan pihaknya akan terus mendukung pelaksanaan program cetak sawah sekaligus menjaga produktivitas lahan yang telah dikerjakan.

"Meski saat ini kita berada dalam kondisi kemarau, namun kemarin kita juga berhasil melaksanakan kegiatan panen raya di Desa Aki Jaya sebanyak 5 hektare lahan," katanya.

Ia berharap sumber-sumber air yang masih tersedia dapat terus dioptimalkan sehingga lahan yang telah dikerjakan tetap produktif.

Selain itu, program cetak sawah di SBT dapat terus berjalan hingga mencapai hasil yang diharapkan.

Adapun rincian target dan lahan yang telah dikerjakan dalam program cetak sawah di SBT, di antaranya:

Desa Waisamet, Kecamatan Bula Barat, target 44,516 hektare, sudah dikerjakan 37,61 hektare.

Desa Aki Jaya, Kecamatan Bula Barat, target 70,827 hektare, sudah dikerjakan 28 hektare.

Desa Waimatakabu, Kecamatan Bula Barat, target 95,239 hektare, sudah dikerjakan 55 hektare.

Desa Jakarta Baru, Kecamatan Bula Barat, target 203,527 hektare, sudah dikerjakan 126,9 hektare.

Desa Waiketan Baru, Kecamatan Bula Barat, target 270,154 hektare, sudah dikerjakan 96,5 hektare.

Desa Banggoi Pancoran, Kecamatan Bula Barat, target 106,05 hektare, sudah dikerjakan 94 hektare.

Desa Sumber Agung, Kecamatan Bula Barat, target 377,455 hektare, sudah dikerjakan 121,1 hektare.

Desa Rukun Jaya, Kecamatan Bula Barat, target 53,465 hektare, sudah dikerjakan 16,5 hektare.

Desa Waikudal, Kecamatan Werinama, target 141,1 hektare, sudah dikerjakan 35,04 hektare.

Jika dijumlahkan, total target dari sembilan lokasi tersebut mencapai 1.362,333 hektare, sedangkan lahan yang telah dikerjakan mencapai 610,65 hektare.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.