Bukan Dekorasi Biasa, Warga Delanggu Klaten Buat Sendiri Bendera untuk Sambut Kemerdekaan ke-81 RI
Candra Isriadhi August 12, 2026 07:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Suasana menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia mulai terasa di Dukuh Kendon, Desa Karang, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Warga setempat kompak mempercantik lingkungan kampung dengan berbagai ornamen bernuansa kemerdekaan.

Bendera berukuran panjang dipasang menghiasi sejumlah titik kampung. Tak hanya itu, lampu-lampu hias juga dipasang sehingga suasana Dukuh Kendon tampak semakin meriah, terutama ketika malam hari.

BENDERA PANJANG - Bendera panjang dan lampu hias ramaikan perayaan HUT RI ke-81 di Dukuh Kendon, Desa Karang, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (11/8/2026). Pemasangan berbagai ornamen tersebut dilakukan secara gotong royong oleh warga. Tak hanya memasang lampu hias, masyarakat juga membuat sendiri bendera yang digunakan untuk menghiasi lingkungan.
BENDERA PANJANG - Bendera panjang dan lampu hias ramaikan perayaan HUT RI ke-81 di Dukuh Kendon, Desa Karang, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (11/8/2026). Pemasangan berbagai ornamen tersebut dilakukan secara gotong royong oleh warga. Tak hanya memasang lampu hias, masyarakat juga membuat sendiri bendera yang digunakan untuk menghiasi lingkungan. (TribunSolo.com/Zharfan Muhana)

Uniknya, sebagian ornamen yang digunakan warga dibuat secara mandiri.

Masyarakat tidak hanya bergotong royong saat memasang dekorasi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan bendera yang nantinya digunakan untuk menghiasi kampung.

Bayan Dukuh Kendon, Agung Lipyarno, mengatakan persiapan dekorasi sebenarnya telah dimulai sejak menjelang Hari Jadi Klaten yang diperingati pada 28 Juli 2026.

"Ini pemasangan sudah dimulai, sejak mau Hari Jadi Klaten pada 28 Juli lalu," ujarnya saat ditemui Selasa (11/8/2026).

Baca juga: Respons Mengejutkan Dedi Mulyadi Usai Disindir soal Jabar Belum Masuk 10 Besar IPM: Perlu Waktu

Sebelum memasang berbagai ornamen, warga terlebih dahulu menggelar kerja bakti untuk membersihkan lingkungan.

Setelah lingkungan bersih, warga kemudian mulai memasang bendera dan lampu hias di sejumlah lokasi.

Semangat gotong royong juga terlihat dalam proses pembuatan bendera. Warga secara swadaya membuat bendera yang digunakan untuk mempercantik kampung.

Agung menjelaskan, proses menjahit bendera melibatkan beberapa warga secara sukarela.

BENDERA PANJANG - Bendera panjang dan lampu hias ramaikan perayaan HUT ke-81 RI di Dukuh Kendon, Desa Karang, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (11/8/2026). Pemasangan berbagai ornamen tersebut dilakukan secara gotong royong oleh warga. Tak hanya memasang lampu hias, masyarakat juga membuat sendiri bendera yang digunakan untuk menghiasi lingkungan. (TribunSolo.com/Zharfan Muhana)

"Bendera dibuat sendiri, ada yang relawan jahit. Jadi jahitnya tidak enggak satu orang, tapi dua-tiga orang," jelasnya.

Setelah bendera selesai dibuat, warga kembali bergotong royong untuk memasangnya di lingkungan Dukuh Kendon.

"Kemudian pemasangannya, kalau pemasangannya gotong royong," imbuhnya.

Pemasangan dekorasi tersebut masih terus dilakukan hingga malam hari. Warga secara bergantian menyelesaikan berbagai hiasan yang ditempatkan di sejumlah titik kampung.

Baca juga: Artis Sali Irsalina Diduga Dihajar dan Diinjak-injak hingga Berdarah, Awalnya Hanya Cekcok di Mobil

Semangat kebersamaan pun semakin terasa dengan keterlibatan warga dari berbagai kalangan dalam persiapan menyambut HUT ke-81 RI.

Bagi warga Dukuh Kendon, menghias kampung bukan sekadar mempercantik lingkungan menjelang perayaan kemerdekaan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan menjaga tradisi gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat.

Dengan bendera yang membentang dan lampu hias yang menyala saat malam hari, Dukuh Kendon kini tampil lebih semarak dalam menyambut peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Bendera Membentang 500 Meter

Setidaknya terdapat dua lokasi utama pemasangan bendera panjang, yakni di bagian pinggir desa dan tengah desa.

Jika digabungkan, panjang bendera yang dipasang mencapai sekitar 500 meter.

Keberadaan lampu hias juga menjadi daya tarik tersendiri.

Saat malam tiba, warga dari luar dukuh turut berdatangan untuk melihat suasana kampung yang dihiasi lampu warna-warni.

"Ini kalau malam banyak yang dari luar mau lihat lampu, kalau malam kan meriah," kata Agung.

"Jadi banyak anak-anak muda, anak-anak itu mau lihat lampu muter-muter pakai motor sama Bapak Ibunya gitu," tambahnya.

Bagi warga, kemeriahan menyambut HUT Kemerdekaan RI bukan sekadar mempercantik lingkungan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan gotong royong masyarakat.

Salah seorang warga, Diyono (77), mengatakan antusiasme warga dalam menghias kampung menunjukkan masih kuatnya kerukunan di Dukuh Kendon.

"Gregete sungguh-sungguh akhirnya, ya wis bener-bener guyub rukun motone ngoten (gregetnya beneran akhirnya, jadi benar guyub rukun)," pungkasnya.

(Tribunnewsmaker.com/TribunSolo.com/Zharfan Muhana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.