Liputan6.com, Jakarta - Kejuaraan sepak bola antarkampung (tarkam) di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, berujung ricuh. Seorang suporter bahkan nekat masuk ke tengah lapangan dan mengejar wasit sambil membawa senjata tajam.
Aksi tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar di media sosial. Dalam rekaman terlihat seorang pria berlari mengejar wasit di tengah lapangan. Pria itu tampak menggenggam sebilah pisau saat berusaha mendekati sang pengadil pertandingan.
Wasit yang mengetahui dirinya dikejar kemudian berusaha menyelamatkan diri. Beruntung, sejumlah panitia dan pemain segera bergerak mengamankan wasit serta menjauhkannya dari kejaran pria tersebut.
Kericuhan kemudian meluas hingga pertandingan terpaksa dihentikan. Peristiwa itu terjadi pada Selasa sore (11/8/2026) di Kampung Muji Rahayu, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari membenarkan kericuhan dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, situasi akhirnya dapat diredam setelah dilakukan mediasi terhadap pihak-pihak yang terlibat.
"Jadi peristiwa itu terjadi kemarin sore, di mana keributan terjadi saat pertandingan kejuaraan sepak bola mempertemukan tim dari dua kampung berbeda," kata Yuni, Rabu (12/8/2026).
Yuni menjelaskan, kericuhan diduga dipicu ketidakpuasan salah satu kelompok suporter terhadap keputusan wasit dalam pertandingan.
"Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, ada hal yang membuat marah suporter atas kepemimpinan wasit hingga akhirnya memicu keributan. Namun, hal tersebut berhasil diredam," jelasnya.
Menurut Yuni, setelah kejadian tersebut, pihak penyelenggara, kedua tim sepak bola, hingga perangkat desa langsung melakukan mediasi.
"Sudah ada mediasi yang dilakukan baik dari penyelenggara, tim sepak bola hingga perangkat desa. Semua sepakat untuk berdamai," lanjut dia.
Yuni mengimbau masyarakat tidak mudah terpancing oleh informasi yang beredar di media sosial terkait kericuhan tersebut.
Dia meminta seluruh pihak menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
"Semua sudah sepakat berdamai dan kami mengimbau masyarakat untuk saling menahan diri serta tidak terprovokasi atas informasi yang belum tentu benar," tandasnya.