TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sosok pria yang merekam dan memarahi seorang tukang cukur di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, kini dicari netizen di media sosial.
Pria tersebut menjadi sorotan usai videonya saat menegur tukang cukur bernama Nurhidayat alias Abuy beredar luas.
Peristiwa ini bermula ketika tempat pangkas rambut milik Abuy didatangi Camat Rancabungur, Dita Aprillia beserta jajarannya, termasuk pria perekam.
Kedatangan mereka berkaitan dengan imbauan pemasangan bendera merah putih menjelang HUT Kemerdekaan RI ke-81.
Saat itu, Abuy sedang sibuk memotong rambut pelanggannya.
Namun, seorang pria yang ikut dalam rombongan tiba-tiba mengarahkan kamera ponsel ke arah Abuy.
Pria tersebut merekam Abuy sembari mempertanyakan alasan belum memasang bendera merah putih di depan tempat usaha.
Pertanyaan itu disampaikan dengan nada suara yang tinggi.
Abuy yang kaget dan sedang berfokus bekerja langsung menjawab pertanyaan itu secara spontan.
"Kata siapa udah merdeka," jawab Abuy dalam video tersebut.
Mendengar jawaban itu, pria perekam video semakin mencecar Abuy.
Pria tersebut terus mempertanyakan maksud dari ucapan Abuy yang saat itu masih memegang alat cukur.
Baca juga: Akar Masalah Cekcok Tukang Cukur dengan Camat di Rancabungur Bogor, Berawal dari Pasang Bendera
Video adu mulut tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Abuy sendiri baru mengetahui videonya viral setelah sang istri menerima pesan di WhatsApp.
Begitu melihat videonya beredar, pria asal Kecamatan Pamijahan ini mengaku sangat tertekan.
Ia merasa khawatir dengan berbagai tanggapan warganet di media sosial.
"Hari Minggu terus terang enggak bisa tidur, kepikiran takut jempol netizen, takut salah ngomong bahaya," kata Abuy melansir Kompas.com, Rabu (12/8/2026).
Rasa cemas itu juga membuat Abuy merasa canggung di depan istrinya sendiri.
"Saya ge sempat malu ke istri," tutur Abuy.
Kondisi psikologis Abuy mulai membaik setelah mendapat masukan dari keluarga dan teman-temannya.
Dukungan orang-orang terdekat membuat Abuy perlahan kembali percaya diri.
Keadaan makin tenang saat Abuy melihat kolom komentar di internet. Banyak warganet yang justru memberi dukungan dan membela dirinya.
"Ternyata netizen pro-na ka urang (saya), saya jadi PD kan, aman cenah (kata) orang," ungkap Abuy.
Meskipun merasa keberatan karena direkam tanpa izin, Abuy memilih untuk tidak memperpanjang urusan.
Ia bersedia meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataannya soal kalimat "belum merdeka".
Sikap itu ia ambil semata-mata agar persoalan ini tidak meluas dan bisa cepat selesai.
"Padahal saya memvideokan enggak, ngeviralin enggak. Ngajelasin udah saya mah. Ya udahlah demi kebaikan aja ini mah, mengalah untuk menang lah istilahnya," tuturnya.
Baca juga: Sosok Camat Rancabungur Disorot Karena Paksa Tukang Cukur Pasang Bendera, Ketar-ketir Usai Viral
Sebagai bukti iktikad baik, Abuy pun langsung memasang bendera merah putih di depan tempat usahanya.
Di sisi lain, perihal siapa sebenarnya pria yang merekam video tersebut, pihak Kecamatan Rancabungur menyatakan bahwa pria itu bukan merupakan petugas dari kecamatan.
Kenyataan ini membuat Abuy heran dan mempertanyakan tujuan pria tersebut.
Abuy pun berharap sang perekam mau muncul ke publik untuk menyampaikan klarifikasi atas aksinya.
"Makanya kan semua netizen tuh mengecam dia kan sekarang, nyari akun dia kan udah mencoreng nama baik kecamatan juga," pungkas Abuy.