TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kebun Aku Hatinya PKK Kelurahan Pandang di Jalan Toddopuli II mewakili Kecamatan Panakkukang dalam lomba tingkat Kota Makassar.
Pada Rabu (12/8/2026), tim penilai yang terdiri dari Tim Penggerak PKK Kota Makassar dan Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan mengunjungi lokasi kebun tersebut.
Kedatangan tim penilai disambut Camat Panakkukang Syahril didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Panakkukang, Nur Qalby Ahmad Syahril.
Turut menyambut Lurah Pandang bersama jajaran pengurus Tim Penggerak PKK Kelurahan serta pengurus RT/RW.
Jajaran lurah se-Kecamatan Panakkukang juga hadir dalam penyambutan tim penilai.
Di lokasi, tim penilai melihat langsung pengelolaan kebun yang memadukan budidaya tanaman, peternakan, perikanan, hingga pengolahan sampah organik.
Berbagai jenis tanaman dikembangkan di kebun yang mengusung tagline "Hijaukan Rumah, Sehatkan Keluarga" tersebut.
Mulai dari tanaman obat, sayuran, buah, hingga tanaman sumber pangan.
Untuk tanaman obat, terdapat sere, jahe, kunyit, tapak kuda, pandan, pecah beling, daun miana, dan kumis kucing.
Sementara tanaman buah yang dikembangkan di antaranya mangga, jambu biji, alpukat, jeruk, dan belimbing.
Adapun tanaman sayuran terdiri atas kangkung, terong, tomat, daun bawang, bayam, seledri, cabai, sawi putih, pakcoi, kale, dan kemangi.
Untuk tanaman sumber pangan, terdapat pepaya, nanas, okra, jagung, dan ubi jalar.
Tak hanya tanaman, kebun tersebut juga dilengkapi dengan kolam budidaya ikan lele dan kandang ayam.
Kolam ikan berada memanjang di sisi kiri kebun, sedangkan kandang ayam berada di sisi kanan.
Pengelolaan kebun juga terintegrasi dengan pengolahan sampah organik warga. Di lokasi terdapat fasilitas budidaya maggot dan teba yang digunakan untuk mengolah sampah organik.
Hasil pengolahan sampah kemudian dikembalikan untuk mendukung kebutuhan kebun. Maggot dimanfaatkan sebagai pakan ayam dan ikan, sedangkan kompos dari pengolahan teba digunakan sebagai pupuk tanaman.
Konsep tersebut membuat berbagai aktivitas di kebun saling terhubung, mulai dari pengelolaan sampah, pemanfaatan hasil pengolahan, hingga budidaya tanaman dan ternak.
Di bagian depan sisi kiri kebun juga terdapat warung yang menjual produk olahan hasil kebun.
Sejumlah produk yang ditawarkan antara lain keripik kale, keripik pisang, keripik ubi jalar, dan puding kale. Produk tersebut dijual dengan harga Rp7 ribu hingga Rp15 ribu.
Pengurus PKK Kelurahan Pandang, Ida Irianti, mengatakan lahan tersebut sebelumnya merupakan area terbengkalai yang kerap menjadi tempat pembuangan sampah liar.
Kondisi tersebut kemudian mendorong pengurus Tim Penggerak PKK bersama RT/RW melakukan pembenahan dan memanfaatkan lahan itu sebagai kebun.
"Empat bulan lalu kami mulai bersihkan. Dahulunya ini daerah penuh sampah, tidak terurus," ucapnya.
Ida mengatakan pengembangan kebun mulai dilakukan pada Februari 2026. Sejak saat itu, pengurus PKK bersama RT/RW secara bergiliran merawat kebun setiap hari.
Perawatan dilakukan pada pagi dan sore hari, mulai dari menyiram tanaman hingga memberi pakan ternak.
Menurut Ida, tantangan terbesar dalam merawat kebun adalah menjaga tanaman dari serangan hama. Karena itu, pemantauan dilakukan secara rutin untuk memastikan kondisi tanaman tetap terjaga.
"Setiap hari ada yang bertugas menyiram dan melihat perkembangan," ucapnya.
Hasil panen dari kebun tidak seluruhnya dijual. Sebagian dibagikan kepada warga, sementara sebagian lainnya diolah menjadi produk makanan yang kemudian dipasarkan.
Ida mengatakan pengelolaan kebun ke depan akan terus dikembangkan, baik dari sisi jenis tanaman, produk olahan, maupun pemasaran.
"Kami masih punya rencana terkait pengembangan kebun ini. Tentu akan diwujudkan dengan bantuan berbagai pihak," ucapnya.(*)