‎Dulu Jadi Tempat Sampah Liar, Kini Kebun PKK Pandang Wakili Panakkukang di Lomba Tingkat Kota
Saldy Irawan August 12, 2026 09:07 PM

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kebun Aku Hatinya PKK Kelurahan Pandang di Jalan Toddopuli II mewakili Kecamatan Panakkukang dalam lomba tingkat Kota Makassar.

‎Pada Rabu (12/8/2026), tim penilai yang terdiri dari Tim Penggerak PKK Kota Makassar dan Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan mengunjungi lokasi kebun tersebut.

‎Kedatangan tim penilai disambut Camat Panakkukang Syahril didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Panakkukang, Nur Qalby Ahmad Syahril.

‎Turut menyambut Lurah Pandang bersama jajaran pengurus Tim Penggerak PKK Kelurahan serta pengurus RT/RW.

‎Jajaran lurah se-Kecamatan Panakkukang juga hadir dalam penyambutan tim penilai.

‎Di lokasi, tim penilai melihat langsung pengelolaan kebun yang memadukan budidaya tanaman, peternakan, perikanan, hingga pengolahan sampah organik.

‎Berbagai jenis tanaman dikembangkan di kebun yang mengusung tagline "Hijaukan Rumah, Sehatkan Keluarga" tersebut.

‎Mulai dari tanaman obat, sayuran, buah, hingga tanaman sumber pangan.

‎Untuk tanaman obat, terdapat sere, jahe, kunyit, tapak kuda, pandan, pecah beling, daun miana, dan kumis kucing.

‎Sementara tanaman buah yang dikembangkan di antaranya mangga, jambu biji, alpukat, jeruk, dan belimbing.

‎Adapun tanaman sayuran terdiri atas kangkung, terong, tomat, daun bawang, bayam, seledri, cabai, sawi putih, pakcoi, kale, dan kemangi.

‎Untuk tanaman sumber pangan, terdapat pepaya, nanas, okra, jagung, dan ubi jalar.

‎Tak hanya tanaman, kebun tersebut juga dilengkapi dengan kolam budidaya ikan lele dan kandang ayam.

‎Kolam ikan berada memanjang di sisi kiri kebun, sedangkan kandang ayam berada di sisi kanan.

‎Pengelolaan kebun juga terintegrasi dengan pengolahan sampah organik warga. Di lokasi terdapat fasilitas budidaya maggot dan teba yang digunakan untuk mengolah sampah organik.

‎Hasil pengolahan sampah kemudian dikembalikan untuk mendukung kebutuhan kebun. Maggot dimanfaatkan sebagai pakan ayam dan ikan, sedangkan kompos dari pengolahan teba digunakan sebagai pupuk tanaman.

‎Konsep tersebut membuat berbagai aktivitas di kebun saling terhubung, mulai dari pengelolaan sampah, pemanfaatan hasil pengolahan, hingga budidaya tanaman dan ternak.

‎Di bagian depan sisi kiri kebun juga terdapat warung yang menjual produk olahan hasil kebun.

‎Sejumlah produk yang ditawarkan antara lain keripik kale, keripik pisang, keripik ubi jalar, dan puding kale. Produk tersebut dijual dengan harga Rp7 ribu hingga Rp15 ribu.

‎Pengurus PKK Kelurahan Pandang, Ida Irianti, mengatakan lahan tersebut sebelumnya merupakan area terbengkalai yang kerap menjadi tempat pembuangan sampah liar.

‎Kondisi tersebut kemudian mendorong pengurus Tim Penggerak PKK bersama RT/RW melakukan pembenahan dan memanfaatkan lahan itu sebagai kebun.

‎"Empat bulan lalu kami mulai bersihkan. Dahulunya ini daerah penuh sampah, tidak terurus," ucapnya.

‎Ida mengatakan pengembangan kebun mulai dilakukan pada Februari 2026. Sejak saat itu, pengurus PKK bersama RT/RW secara bergiliran merawat kebun setiap hari.

‎Perawatan dilakukan pada pagi dan sore hari, mulai dari menyiram tanaman hingga memberi pakan ternak.

‎Menurut Ida, tantangan terbesar dalam merawat kebun adalah menjaga tanaman dari serangan hama. Karena itu, pemantauan dilakukan secara rutin untuk memastikan kondisi tanaman tetap terjaga.

‎"Setiap hari ada yang bertugas menyiram dan melihat perkembangan," ucapnya.

‎Hasil panen dari kebun tidak seluruhnya dijual. Sebagian dibagikan kepada warga, sementara sebagian lainnya diolah menjadi produk makanan yang kemudian dipasarkan.

‎Ida mengatakan pengelolaan kebun ke depan akan terus dikembangkan, baik dari sisi jenis tanaman, produk olahan, maupun pemasaran.

‎"Kami masih punya rencana terkait pengembangan kebun ini. Tentu akan diwujudkan dengan bantuan berbagai pihak," ucapnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.