"Kami sudah sampaikan akhir Desember semua sudah clear and clean. Semua lahan, ruas yang akan dilalui oleh jalan tol Jambi-Rengat itu sudah clear semuanya."
Al Haris
Gubernur Jambi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Gubernur Jambi, Al Haris mematangkan langkah percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Jambi-Rengat Fase I.
Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Jambi.
Dalam rapat tersebut, Al Haris menargetkan seluruh persoalan lahan yang terdampak pembangunan Tol Jambi-Rengat Fase I dapat diselesaikan pada Desember 2026.
"Penetapan lokasi ditargetkan harus rampung paling lambat 5 September 2026, disusul penyelesaian pembebasan lahan secara menyeluruh pada bulan Desember," kata Gubernur Jambi Al Haris, Selasa (11/8/2026).
Saat ini, Pemerintah Provinsi Jambi kembali melakukan pendataan lahan masyarakat yang terdampak pembangunan JTTS ruas Jambi-Rengat Fase I.
"Kami sudah sampaikan akhir Desember semua sudah clear and clean. Semua lahan, ruas yang akan dilalui oleh jalan tol Jambi-Rengat itu sudah clear semuanya," katanya.
Penetapan lokasi (penlok) pembangunan juga akan kembali direvisi.
Pemerintah melakukan pendataan ulang terhadap lahan masyarakat yang terdampak, termasuk fasilitas umum seperti sekolah dan bangunan lainnya.
"Mungkin juga ada fasum yang kena, mungkin ada sekolah, ada bangunan, ini juga sudah terdata oleh teman-teman semuanya," jelasnya.
Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam proses penetapan lokasi dan pembayaran ganti untung kepada masyarakat yang lahannya terdampak pembangunan jalan tol.
"Kami langsung untuk menyiapkan penlok dan ganti rugi lahannya, ganti untung lahannya," kata Al Haris.
Menurut Al Haris, proses tersebut harus segera dipercepat karena anggaran untuk pembayaran ganti untung kepada masyarakat telah tersedia.
"Dana sudah siap untuk dibayarkan ke masyarakat, kami cepat prosesnya. Karena cukup lama juga waktunya nanti itu," katanya.
Gubernur Jambi menargetkan seluruh proses pembebasan lahan selesai pada akhir 2026 agar pembangunan fisik jalan tol dapat dimulai pada awal 2027.
"Desember selesainya semua. Supaya nanti Januari sudah mulai mereka action di lapangan," katanya.
Panjang Tol Fase I Capai 67,45 Kilometer
Ruas Tol Jambi-Rengat Fase I memiliki panjang sekitar 67,45 kilometer.
Jalan tol tersebut membentang dari Simpang Ness hingga Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Tol Jambi-Rengat Fase I nantinya memiliki dua simpang susun, yakni Simpang Susun Cinto Kenang dan Simpang Susun Merlung.
Pembangunan ruas tol tersebut dibagi menjadi empat paket pekerjaan, yakni paket 1A, 1B, 2A dan 2B.
Salah satu paket pekerjaan akan difokuskan pada pembangunan Jembatan Batanghari yang menjadi salah satu struktur utama jalan tol.
Jalan Tol Jambi-Rengat Fase I akan melintasi tiga kabupaten, yakni Muaro Jambi, Batang Hari dan Tanjung Jabung Barat.
Hingga saat ini, proses pengadaan lahan baru mencapai sekitar 9 persen dan mencakup sembilan desa.
Rinciannya, dua desa berada di Kabupaten Batang Hari, enam desa di Kabupaten Muaro Jambi dan satu desa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Plt Kepala BPJN Jambi, Kepala Dinas PUTR, Kepala Dinas Kominfo, Asisten II Setda Provinsi Jambi serta sejumlah pihak terkait.
(Tribunjambi.com/Sopianto)
Baca juga: Daftar 35 Calon Paskibraka pada HUT ke-81 RI di Tanjung Jabung Barat
Baca juga: Dinsos Sudah Enam Kali Pulangkan Manusia Silver, tapi Balik Lagi ke Jambi
Baca juga: Petaka Besi Tombak Kelapa dalam Kebun di Tanjabtim dan Vonis 18 Tahun Penjara