Momentum HUT RI ke 81 Jadi Pintu Deradikalisasi, 13 Napiter di Jatim Sudah Ikrar NKRI
Ndaru Wijayanto August 12, 2026 09:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 dimanfaatkan jajaran pemasyarakatan Jawa Timur untuk memperkuat pembinaan dan deradikalisasi narapidana terorisme (napiter).

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kusnali, mengungkapkan saat ini terdapat 13 napiter yang tersebar di delapan Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan di Jawa Timur.

Menurutnya, pembinaan terhadap napiter tidak hanya dilakukan oleh jajaran pemasyarakatan. Proses tersebut melibatkan sejumlah pihak, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Kementerian Agama.

"Untuk pelaksanaan terkait dengan pembinaan teman-teman yang kasus napiter, kita tidak sendiri. Kita bekerja sama dengan BNPT, dengan Kementerian Agama, juga dengan berbagai pihak dalam rangka mendukung terkait dengan deradikalisasi," kata Kusnali saat ditemui di Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Rabu (12/8/2026).

Kusnali menyebut, dari 13 napiter yang berada di sejumlah lapas di Jawa Timur, semuanya sudah menjalani proses deradikalisasi hingga kemudian mengucapkan ikrar NKRI.

Baca juga: Fiskal Kena Efisiensi, DPRD Madiun Dorong Pemkab Kejar Reward Kinerja daripada Naikkan Pajak

Ikrar tersebut dinilai menjadi salah satu indikator keberhasilan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan di dalam lapas.

"Itu wujud keberhasilan pembinaan yang dilakukan di lapas berkat sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak," ujarnya.

Kusnali menegaskan, tujuan dari pembinaan tersebut bukan sekadar menjalani masa pidana.

Lebih dari itu, napiter diharapkan dapat kembali menjadi bagian dari masyarakat dan menerima kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kita berhasil membawa teman-teman, saudara kita kasus napiter kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi," tegasnya.

Momentum peringatan kemerdekaan pun menjadi salah satu kesempatan untuk menanamkan kembali nilai kebangsaan kepada seluruh warga binaan.

Di Lapas Pemuda Madiun, misalnya, seluruh warga binaan dilibatkan dalam kegiatan istighosah dan doa untuk negeri. Kegiatan tersebut diikuti jajaran Forkopimda, mitra kerja serta Korwil Madiun Raya.

Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI yang digelar jajaran pemasyarakatan di berbagai wilayah Jawa Timur.

"Kita doakan mudah-mudahan bangsa yang kita banggakan, bangsa yang kita cintai ini menjadi bangsa yang aman, tertib, nyaman," tutup Kusnali.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.