TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Persiapan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, mulai memasuki tahap pematangan.
Latihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) telah melibatkan personel gabungan TNI-Polri untuk mematangkan formasi menjelang pelaksanaan upacara 17 Agustus 2026.
Pantauan TribunKaltara.com di lokasi latihan, personel gabungan TNI-Polri dengan mudah menyesuaikan gerakan anggota Paskibraka yang merupakan siswa-siswi pilihan dari sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Tana Tidung, Rabu (12/8/2026)
Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Badan Kesbangpol Kabupaten Tana Tidung, Lailan, mengatakan latihan gabungan dilakukan karena waktu persiapan yang semakin terbatas.
Sebagai informasi, latihan persiapan upacara memperingati HUT RI ke-81 di Kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Tana Tidung ini baru dimulai sejak Kamis (6/8/2026).
Sehingga unsur TNI-Polri baru disertakan dalam latihan kenaikan bendera di minggu kedua.
"Latihan upacara hari ini sudah mulai gabungan dari Paski dengan TNI-Polri mengingat memang waktu kita sudah mepet," kata Lailan kepada TribunKaltara.com, Rabu (12/8/2026).
Baca juga: HUT ke-19 Tana Tidung, Pemprov Kaltara Dorong Percepatan Pembangunan yang Masih Tertinggal
Tahun ini, persiapan upacara juga memiliki tantangan tersendiri karena untuk pertama kalinya pelaksanaan upacara HUT RI dipusatkan di kawasan Puspem Tana Tidung.
Sebelumnya, pelaksanaan upacara selalu digelar di RTH Joesoef Abdullah yang berada di Jalan Perintis, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara.
Perubahan lokasi membuat para peserta maupun pelatih harus menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan yang masih baru digunakan sebagai lokasi latihan.
"Pertama itu masalah cuaca, kemudian penyesuaian tempat apalagi kita pertama kali latihan di Puspem Tana Tidung yang tahun-tahun sebelumnya selalu di RTH," ujarnya.
Kondisi lapangan Puspem Tana Tidung yang minim pepohonan, mengakibatkan suhu terasa lebih panas dibandingkan lokasi latihan sebelumnya.
Menurut Lailan, kondisi tersebut menjadi salah satu kendala yang paling dirasakan para anggota Paskibra selama menjalani latihan.
"Anggota Paskibra kalau secara kondisi mereka tidak ada kendala, tapi memang kendala utama itu di cuaca karena di lapangan Puspem ini kan belum banyak pohon, tidak seperti di RTH jadi hawanya itu jauh lebih panas," jelasnya.
Selain kondisi cuaca, jarak antara Tideng Pale dengan Puspem juga menjadi perhatian selama masa latihan.
Jarak tempuh yang cukup jauh membuat kebutuhan selama latihan tidak selalu bisa dipenuhi dengan cepat.
Untuk diketahui dari Desa Tideng Pale menuju kawasan Puspem yang berada di perbatasan Kecamatan Sesayap, Kecamatan Sesayap Hilir dan juga Kecamatan Betayau ini membutuhkan jarak tempuh kurang lebih 20 hingga 30 menit.
Meski demikian, Lailan memastikan berbagai kendala tersebut secara bertahap telah diatasi. Salah satunya terkait fasilitas toilet bagi peserta latihan.
Pada awal latihan, peserta harus berjalan cukup jauh untuk menggunakan toilet yang tersedia di area belakang lapangan.
Namun, fasilitas toilet portabel kemudian disiapkan sehingga lebih mudah diakses oleh peserta.
"Di awal-awal itu kan mereka baru mulai pasang toilet portabel. Sebelumnya kalau mau toilet harus ke belakang lumayan jauh walaupun masih di area latihan juga. Tapi Alhamdulillah di hari kedua sudah terpasang toilet portabel," katanya.
Untuk tempat latihan, kata Lailan, saat ini tidak lagi menjadi kendala.
Latihan mulai dilaksanakan sejak 6 Agustus 2026 sesuai jadwal yang telah disepakati bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR PKP) Tana Tidung.
Sebab, sebelumnya kondisi lapangan Puspem Tana Tidung masih dalam tahap penyelesaian.
"Untuk tempat Alhamdulillah tidak ada kendala, kita sudah mulai latihan dari tanggal 6 kemarin sesuai yang dijanjikan dengan PUPR karena sebelumnya lapangan ini belum jadi semua, tapi sekarang sudah jadi dan sudah bisa digunakan," ungkapnya.
Selama menjalani latihan, para peserta juga mendapat tempat untuk beristirahat di Gedung A yang disiapkan Dinas PUPR PKP.
Lailan menyebut penggunaan Puspem Tana Tidung sebagai lokasi pelaksanaan upacara tahun ini menjadi pengalaman tersendiri bagi seluruh pihak yang terlibat.
Menurutnya, tahun 2026 akan menjadi catatan baru karena seluruh rangkaian persiapan hingga pelaksanaan upacara HUT RI dilakukan di kawasan Puspem Tana Tidung.
"Bisa dibilang tahun ini yang mencetak sejarah melaksanakan HUT RI di Puspem, mulai dari latihan sampai hari H nanti," tuturnya.
Meski persiapan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, Lailan menilai seluruh proses sejauh ini berjalan sesuai rencana.
Ia berharap tidak ada kendala berarti hingga pelaksanaan upacara pada 17 Agustus mendatang.
"Pastinya anggota Paskibra termasuk kami juga merasa bangga dan senang karena ini pertama kali kita memakai Puspem yang merupakan kebanggaan Kabupaten Tana Tidung," pungkas Lailan.
(*)
Penulis : Rismayanti