- Sinyal bahaya kembali mengintai kawasan Timur Tengah akibat buntunya negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat.
Konflik mematikan di wilayah tersebut kini diambang meletus kembali setelah perundingan damai menemui jalan buntu.
Mengutip Iran International pada (12/8), hal ini menurut laporan sumber utama "Reuters".
Sumber mengonfirmasi bahwa tidak ada lagi pembahasan mengenai perpanjangan gencatan senjata di antara kedua negara.
Pejabat senior Iran membeberkan alasan utama kegagalan dialog yang berpotensi memicu eskalasi militer baru ini.
Dari sudut pandang Teheran, perjanjian gencatan senjata tersebut pada dasarnya tidak pernah memiliki tanggal mulai yang sah.
Pihak Iran secara tegas menilai bahwa tidak ada poin kesepakatan yang perlu diperpanjang saat ini.
Teheran secara terbuka menyebut bahwa AS telah melanggar isi pakta sementara hanya dalam waktu 48 jam setelah disepakati.
Tak berhenti di situ, Washington bahkan dituduh menarik diri secara sepihak dari perjanjian beberapa hari kemudian.
Pelanggaran pakta oleh AS ini menghancurkan rasa saling percaya dan menutup ruang kompromi diplomatik.
Ketimbang membahas perpanjangan, Iran kini hanya menuntut kembalinya AS pada nota kesepahaman awal.
Teheran juga mendesak penetapan jangka waktu yang mengikat bagi Washington untuk merealisasikan seluruh komitmennya.
Pembangkangan AS atas kesepakatan awal membuat peluang penghentian permusuhan di kawasan musnah begitu saja.
Akibat tuduhan pelanggaran pakta 48 jam oleh AS ini, gencatan senjata pun gagal total dan perang di Timur Tengah diambang meletus kembali.