- Sejumlah media melaporkan bahwa tentara Amerika Serikat (AS) yang bertugas di kapal induk USS Abraham Lincoln mencoba melompat ke laut.
Kapal tersebut dikerahkan ke Timur Tengah dan terlibat dalam operasi militer melawan Iran.
Dikutip dari Russia Today (RT) pada Rabu (12/8/2026), penugasan USS Abraham Lincoln dimulai pada akhir November 2025.
Harusnya kapal tersebut kembali ke AS pada Mei 2026, namun penugasannya telah diperpanjang tanpa batas waktu.
Operasi yang panjang ini diduga membuat tentara kelelahan dan depresi.
Hal ini diperkuat oleh pengakuan dari keluarga para pelaut.
Annabelle Loma mengatakan kepada Military Times bahwa suaminya mencoba melompat dari kapal induk.
"Dia berpikir dia akan mendapatkan pemecatan tidak terhormat, hanya karena dia kelelahan," ujar Loma.
Istri dari pelaut lainnya, Maria Rodriguez, mengatakan bahwa suaminya telah menggagalkan aksi bunuh diri rekannya dalam insiden terpisah.
Menurut Stars and Stripes, para pelaut yang masih aktif bertugas dan anggota keluarga mereka menggambarkan suasana suram di atas kapal.
USS Abraham Lincoln mengalami periode panjang tanpa kunjungan pelabuhan rutin untuk pengisian bahan bakar, perawatan, dan istirahat.
"Kami hanya berputar dan terbakar sepanjang waktu kami ditugaskan," kata seorang pelaut.
Laporan dari media Iran, Mehr News Agency, bahkan menyebutkan tujuh tentara AS tewas akibat baku hantam di atas kapal.
Pada Senin (10/8/2026), Angkatan Laut AS mengatakan bahwa kelompok serang kapal induk Theodore Roosevelt sedang bersiap untuk menggantikan Lincoln.
Namun, pihaknya tidak memberikan jadwal waktu, dengan alasan keamanan operasional.