TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop VII Madiun mulai membongkar puluhan kios dan ruko di kawasan depan Stasiun Tulungagung, Rabu (12/8/2026). Langkah ini menjadi bagian dari tahap awal penataan dan pengembangan Stasiun Tulungagung yang direncanakan mulai direalisasikan pada 2027.
Ruko-ruko yang selama ini digunakan sebagai tempat usaha, terutama kuliner, dibersihkan untuk membuka ruang bagi pembangunan fasilitas pendukung yang lebih representatif bagi pengguna jasa kereta api.
Manajer Humas Daop VII Madiun, Tohari, mengatakan pembersihan area dilakukan lebih awal agar proses pengembangan stasiun dapat berjalan sesuai rencana.
“Ini merupakan tahap awal dari pelaksanaan pengembangan di Stasiun Tulungagung. Kami persiapkan, termasuk meng-clear-kan area yang ada di depan stasiun,” jelasnya.
Baca juga: Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 Masuk KEN, Usung Identitas Turonggo Yakso
Dalam proses tersebut, PT KAI melakukan pembersihan terhadap 84 kios yang berdiri di atas lahan milik perusahaan. Sebagian besar kios diketahui telah habis masa kontraknya sehingga dapat langsung dibongkar.
Sebuah ekskavator diterjunkan untuk merobohkan bangunan di sisi selatan kawasan stasiun. Sementara itu, pekerja melakukan pembongkaran manual di area lain dengan menyelamatkan material yang masih dapat digunakan, seperti pagar besi dan atap galvalum.
“Pengosongannya dilakukan oleh penyewa. Sementara pembongkaran bangunannya kami bantu,” sambung Tohari.
Menurutnya, terdapat 13 penyewa yang memanfaatkan bangunan di atas lahan PT KAI. Bagi penyewa yang masa kontraknya belum berakhir, perusahaan memberikan kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku.
PT KAI menilai kondisi depan Stasiun Tulungagung saat ini terlalu dekat dengan jalan raya sehingga kurang nyaman bagi pengguna jasa maupun arus lalu lintas.
Karena itu, pengembangan kawasan akan difokuskan pada perluasan akses masuk, penyediaan area parkir yang lebih memadai, serta pembangunan zona khusus untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
“Tentunya nanti ada akses yang lebih lebar, lahan parkir yang mencukupi, dan ada drop zone. Sehingga pengguna jasa kereta api maupun pengantar nyaman datang ke Stasiun Tulungagung,” tegasnya.
Pada tahap awal, penataan akan mencakup kawasan dari Jalan Jaksa Agung Suprapto hingga Jalan Husni Thamrin.
Untuk mendukung pembangunan area parkir dan drop zone, jalan di depan Stasiun Tulungagung direncanakan digeser ke arah barat. Sementara area yang saat ini menjadi bagian dari Jalan Antasari akan dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas baru penunjang operasional stasiun.
Tak hanya itu, kawasan bekas Pasar Sore yang berada di sebelah utara Jalan Husni Thamrin juga masuk dalam agenda pengembangan berikutnya.
PT KAI menyatakan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung guna menyusun konsep penataan kawasan secara menyeluruh.
Meski melakukan pembongkaran, PT KAI memastikan tetap akan membangun kios-kios baru sebagai lokasi relokasi bagi para pedagang yang selama ini berjualan di sekitar stasiun.
Pedagang lama disebut akan mendapatkan prioritas ketika proses penyewaan kembali dibuka.
“Nantinya akan disewakan lagi. Pedagang lama akan diprioritaskan,” pungkasnya.
(David Yohanes/tribunmataraman.com)