Hari Kemerdekaan RI dari Kacamata Spiritualitas Jawa | NGOCAK FEBBY
Tribun-video August 12, 2026 10:11 PM

Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bambang Wiwoho, mengajak kita membaca Indonesia dari sudut yang jarang dibicarakan: Kejawen, laku spiritual, watak kekuasaan, karakter pemimpin, hingga ancaman dari luar.

Wartawan senior sekaligus penulis buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen: Analisis SWOT Negara ala Jawa itu mengibaratkan Indonesia sebagai kapal besar yang berlayar di lautan lepas. 

Rakyat adalah penumpangnya. Pemimpin dan para pembantunya menjadi nakhoda serta awak kapal yang menentukan arah perjalanan. 

Bagi Wiwoho, Kejawen bukan ramalan, melainkan cara membaca kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman sebuah bangsa.

Dari sana, muncul peringatan tajam, Indonesia berpotensi mudah dibujuk dan ditipu.

Di saat yang sama, Wiwoho melihat persoalan moral ketika hasrat mengejar kekuasaan dan kekayaan semakin menguat.

“Saya itu menggambarkan bangsa kita ini udah haus kekuasaan. Jadi tujuan hidupnya mau berkuasa, kaya raya dalam tempo sesingkat-singkatnya dengan segala cara.”

Dari perspektif yang sama, Wiwoho membaca karakter Presiden Prabowo Subianto. Ia mengingatkan pentingnya pengendalian diri dan kehati-hatian memilih orang-orang di sekeliling pemimpin.

Pesannya dirangkum dalam satu metafora:

“Seorang pemimpin yang baik harus bagaikan burung Elang Rajawali.”

"Jangan sampai dikelilingi oleh burung-burung pemakan bangkai—burung penjilat." 

Pengalaman Wiwoho meliput era Soeharto juga kemudian membuka pembahasan lebih dalam tentang laku spiritual, meditasi, energi alam, dan tradisi kepemimpinan Jawa.

Pada akhirnya, pesannya sederhana tetapi tajam:

“Jangan mudah terpengaruh. Jangan gegabah, jangan grasa-grusu. Dan jangan mudah kena tipu, terutama tipuan-tipuan kekuatan asing.”

Apa yang sebenarnya sedang terjadi pada “kapal besar” bernama Indonesia?

Simak wawancara lengkap Bambang Wiwoho hanya di YouTube Tribunnews.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.