Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ahsan Faradisi
TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Berniat menagih utang, seorang perangkat Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berinisial SUP menjadi korban pembacokan.
Peristiwa tersebut terjadi di sekitar Lapangan Voli, Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Selasa (11/8/2026) siang.
Terduga pelaku pembacokan diketahui berinisial KUS (39), merupakan anak dari warga yang ditagih utangnya oleh korban.
Sebelumnya, korban sempat mengunjungi rumah terduga pelaku untuk menagih utang pada ayah terduga pelaku yang berinisial, RI berusia 50.
Diketahui RI memiliki utang kepada korban senilai Rp 3 juta. Utang itu belum terbayar lebih dari setahun.
Tagihan itu sempat disampaikan melalui telepon, namun RI naik pitam dan marah-marah.
Saat korban menagih ke rumahnya, diduga RI belum bisa membayar dan terjadilah cekcok antar keduanya bahkan korban malah diancam menggunakan pisau.
Ancaman itulah kemudian membuat korban geram dan korban pulang mengambil senjata tajam.
Sementara RI memanggil sang anaknya yang saat itu sedang bekerja untuk pulang.
Hotim, adik kandung korban yang khawatir sang kakak mengalami hal yang tak diinginkan, akhirnya membuntutinya dari belakang bersama sepupunya dengan berboncengan.
"Saat di rumah RI, terduga pelaku langsung membacok korban. Saya panik sampai jatuh dari motor hingga lutut kanan saya terluka," kata Hotim, Rabu (12/8/2026).
Baca juga: Pemicu Pria Disekap di Sampang selama 3 Hari Diduga Imbas Persoalan Utang Rp300 Juta
Meski begitu, Hotim tetap berupaya melerai sang kakak dengan terduga pelaku hingga tangan kanannya kena bacok.
"Kakak saya kena (sabetan) di bagian belakang, bahu, dan tangannya sebelah kiri. Saya berharap siapapun yang terlibat harus dihukum setimpal," ujar Hotim.
Sementara Kepala Desa Tunggak Cerme, Musta'in mengatakan, pihaknya mendapat info adanya warga yang bertengkar sekitar pukul 13.30 WIB. Dari laporan itu dia lantas mendatang lokasi kejadian.
"Setelah sampai, ternyata, korban saat itu sudah tergeletak di pangkuan adik kandungnya. Melihat itu, saya pun bersama warga membantu mengevakuasi korban," tutur Kades Musta'in.
"Kami bawa ke Puskesmas Wonomerto menggunakan motor roda tiga. Baru kemudian dirujuk ke (RSUD) Ar Rozy," imbuhnya.
Sementara Kapolsek Wonomerto, AKP Bagus Purnama menjelaskan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kejadian ini. Dugaan sementara perkara tersebut timbul akibat urusan utang piutang.
"Saat ini kami masih melakukan proses pengumpulan keterangan dari tiap pihak. Masih proses penyelidikan. Sementara korban harus dirujuk ke Jember," terang mantan Kasat Narkoba Polres Bondowoso itu.