Update Laporan Aktivitas Gunung Merapi Rabu 12 Agustus 2026 Malam Ini: Teramati 7 Kali Guguran lava
Muhammad Fatoni August 12, 2026 10:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 7 kali guguran lava ke arah Barat Daya ( Kali Sat/Putih, Kali Bebeng dan Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2000 meter

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hingga malam hari ini, Rabu (12/8/2026), pukul 12.00-18.00 WIB.

Sementara untuk laporan pengamatan kegempaan, tercatat 19 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-30 mm dan lama gempa 40.65-135.89 detik.

Selain itu tercatat pula 14 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-23 mm, S-P 0.3-0.5 detik dan lama gempa 18.31-28 detik.

Serta 3 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 3-29 mm, dan lama gempa 13.08-30.56 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas. Asap kawah nihil.

Cuaca teramati berawan, angin lemah ke arah barat.

Suhu udara sekitar 19.6-22.6°C. Kelembaban 68.9-85 persen. Tekanan udara 873.6-917.6 mmHg.

Baca juga: Gunung Merapi Teramati Luncurkan Awan Panas Guguran dan Guguran Lava Rabu 12 Agustus 2026 Siang

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.