Dukung Kolaborasi Riset AI, Sri Sultan HB X Tekankan Pentingnya Kemudahan dan Manfaat bagi Warga DIY
Muhammad Fatoni August 12, 2026 10:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, menekankan pentingnya orientasi kemanfaatan nyata bagi masyarakat dalam pengembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) hasil kolaborasi strategis antara Universitas Gadjah Mada (UGM), Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), NVIDIA dan Kementerian Komunikasi dan Digital.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan CEO sekaligus President Director PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk Vikram Sinha beserta jajaran di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (12/8/2026).

Kolaborasi strategis tersebut diwujudkan melalui pendirian UGM–IOH–NVIDIA AI Technology Center yang diarahkan untuk memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan talenta AI di Indonesia.

Pusat teknologi ini dijadwalkan meluncur pada Kamis (13/8/2026) pukul 09.30–12.00 WIB di Student Center, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK UGM), dengan fokus penerapan meliputi multimodal AI untuk sektor pertanian, kesehatan, serta kebencanaan.

Menanggapi rencana tersebut, Sri Sultan HB X menyatakan dukungannya agar kerja sama ini tidak berhenti pada penguatan kapasitas teknologi semata, melainkan mampu memberikan ruang publik untuk merasakan dampak positif secara langsung serta mengantisipasi tantangan masa depan.

“Kami mendukung, ya harapannya ini memberikan ruang. Tidak hanya sekadar UGM itu punya kemampuan, publik mendapatkan manfaat, di samping itu Indosat sendiri, tetapi juga di situ ada pemahaman bahwa dengan teknologi IT ini bisa membawa suatu perubahan dalam konteks tantangan masa depan,” tutur Sri Sultan HB X.

Sri Sultan HB X juga mengingatkan agar setiap program pengembangan teknologi yang berjalan memiliki keberlanjutan yang jelas, bukan sekadar berhenti di tengah jalan tanpa tindak lanjut konkret bagi masyarakat.

“Jadi, apa yang selama ini kita kembangkan berarti ada tindak lanjut, tidak stuck atau berhenti. Yang penting memberikan kemudahan dan kemanfaatan bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur DIY memberikan pesan krusial agar kemajuan teknologi digital tidak mengalihkan kendali utama dari tangan manusia.

Menurutnya, penguasaan atas alat dan teknologi harus tetap berada dalam kendali manusia agar tidak tertinggal.

“Yang penting jangan dikuasai oleh alat, kita tetap ada pada manusia itu sendiri yang bisa mengendalikan. Jika tidak, kita ketinggalan,” tandas Sri Sultan.

Baca juga: Warga Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 1.000 Meter di Malioboro, Ini Pesan yang Diusung

Sementara itu, CEO sekaligus President Director PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk Vikram Sinha menyatakan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk meminta arahan dan restu dari Gubernur DIY sebelum peluncuran resmi pusat AI tersebut.

Pihaknya memilih Yogyakarta karena memiliki ekosistem pendidikan dan riset yang kuat, serta terbangunnya hubungan kolaborasi yang baik antara akademisi dan mahasiswa.

“Pada hari ini kami mendapatkan arahan dan restu dari Pak Gubernur. Maka kami lebih confident atau percaya diri lagi untuk melanjutkan program ini ke depannya,” kata Vikram.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur DIY didampingi oleh Asisten Sekda DIY Bidang Administrasi Umum Imam Pratanadi, Kepala DPMPTSP DIY Ghofar Ismail, dan Kepala Dinas Kominfo DIY Hari Edi Tri Wahyu Nugroho.

Sementara dari pihak IOH, hadir Komisaris Utama Nezar Patria beserta jajaran pimpinan lainnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.